Kudus, isknews.com – Suasana pagi di Dukuh Tlogo, Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kudus, mendadak berubah duka. Seorang petani lansia bernama Kasmani (70) ditemukan tak bernyawa di ladang tebu miliknya sendiri pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diduga meninggal dunia secara mendadak saat hendak buang air besar.
Korban diketahui berangkat ke sawah sekitar pukul 06.00 WIB dengan membawa pupuk menggunakan sepeda angin. Ia bermaksud memupuk tanaman tebu di lahan miliknya. Namun, sesampainya di lokasi, korban diduga merasa ingin buang air besar dan tiba-tiba kolaps.
Saksi pertama, Ngari (54), yang juga berada di area sawah, menemukan korban dalam posisi tergeletak dan sudah tidak bernapas. “Saksi melihat korban sudah tidak bernapas dengan celana yang sudah diturunkan serta ada kotoran di sekitar tubuhnya. Diduga korban meninggal dunia saat hendak buang air besar,” demikian keterangan dari pihak kepolisian.
Melihat kondisi tersebut, Ngari segera memanggil Zaenal Choiri (37) untuk meminta bantuan. Keduanya kemudian mengangkat jenazah korban menggunakan sepeda motor dan membawanya pulang ke rumah duka, sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jekulo.
Tak lama berselang, petugas Polsek Jekulo bersama Tim Inafis Polres Kudus dan dokter dari Puskesmas Jekulo tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dr. Bambang Triono, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan korban telah meninggal sekitar satu jam sebelum diperiksa.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya berangkat ke sawah dalam kondisi sehat. Mereka meyakini kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak menghendaki proses hukum lanjutan. “Keluarga korban menyatakan tidak akan melakukan tuntutan kepada pihak mana pun dan menolak dilakukan autopsi,” tertulis dalam laporan resmi yang ditandatangani Kapolsek Jekulo, AKP Luk Har Syan’in.
Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Kasmani diserahkan kepada keluarga untuk dimandikan dan disalatkan terlebih dahulu, sebelum kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. (AS/YM)






