Dukung Pemulihan Ekonomi Warga, BLK Kudus Gelar Pelatihan Bersumber DBHCHT

oleh -239 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus, menyelenggarakan banyak keterampilan bagi masyarakat Kudus.

Pelatihan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dimana pemanfaatannya untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada buruh rokok dan keluarga (inti) nya.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), bisa digunakan untuk pembinaan industri maupun pembinaan lingkungan sosial.

Hal itu dikatakan Kepala UPTD BLK pada Disnaker Perinkop UKM Kudus, Evita Dewi kepada isknews.com, Kamis (2/12/2021).

Dia mengatakan, Pada Desember tahun ini, untuk kali kelima, pihaknya menyelenggarakan lima pelatihan. Terdiri dari pelatihan pembuatan hantaran pengantin, pelatihan tata boga, pelatihan make up artist, pelatihan handycraft, dan pelatihan Bahasa Inggris. “Kami pertimbangkan untuk mengadakan pelatihan tersebut karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di era sekarang ini,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan hantaran pengantin, Agustina Supriati (memakai masker coklat) saat mempraktekkan apa yang telah diajrkan instruktur

Sebanyak ratusan peserta mengikuti kegiatan pelatihan terakhir di tahun 2021 ini. Dengan menggunakan DBHCHT, anggaran yang digunakan untuk pelatihan ini sebesar Rp 1,8 miliar.

Menurutnya, saat ini beberapa pelatihan tersebut masih diminati masyarakat. Beberapa kebutuhan masyarakat saat ini juga bersentuhan dengan beragam jenis pelatihan itu. “Kami link and match pelatihan dengan kebutuhan di zaman sekarang. Selain itu pertimbangan kami di animo masyarakat yang begitu tertarik dengan pelatihan ini,” terangnya.

Evita melanjutkan, pelatihan juga dimodifikasi agar peserta tidak bosan. Seperti pelatihan tata boga yang sedikit modifikasi. “Seperti tata boga biasanya kami kan pelatihannya kue kering. Tapi sekarang pelatihan tata boganya pastry and bakery,” ujarnya.

Durasi pelatihan itu rata-rata berlangsung selama sepekan. Tiap-tiap pelatihan ada yang terdiri dari satu hingga dua kelas. Per kelas diisi 16 orang. “Harapan kami dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan bekal kepada peserta yang ingin membuka usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan,” imbuhnya.


Salah satu peserta pelatihan hantaran pengantin, Agustina Supriati (22) mengatakan, merasa senang bisa mengasah kemampuan kreativitasnya secara gratis. “Senang bisa mengikuti kegiatan ini. Harapannya, setelah ini bisa mengaplikasikan pelatihan yang didapat. Bisa buat tambahan penghasilan juga,” harapnya.

Ia mengaku tertarik ikut karena ada keinginan untuk membuka usaha hantaran pernikahan. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatannya. “Buat tambah-tambah income. Awalnya sulit, tetapi sekarang akhirnya bisa,” ujar lulusan Undip itu.

Sementara instruktur hantaran, Chotimah menyebut jika peserta pelatihan sangat semangat luar biasa. Bahkan dengan sedikit diajari olehnya, para peserta langsung bisa berkreasi sesuai keinginannya.

“Antusias mereka bagus luar biasa. Mereka mengikuti dengan sangat fokus. Diajari sedikit langsung bisa berkreasi sendiri,” ucapnya.

Para peserta yang mengikuti pelatihan juga difasilitasi dengan bahan-bahan hantaran yang biasa digunakan untuk seserahan pernikahan. Mulai dari seperangkat alat salat, seperangkat kebutuhan mandi, baju, sepatu, tas, kosmetik, dan sebagainya.

“Semua bahan-bahan disiapkan oleh BLK. Gunting, lem tembak, tang, pita, bunga-bunga, semuanya bahan disediakan dari BLK,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.