Empat Layanan Kesehatan Sudah Miliki Mesin TB-TCM, DKK Kudus : Cek Kesehatan dan Pengobatan TBC Gratis

oleh -198 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Empat Layanan Kesehatan di Kabupaten Kudus sudah memiliki Mesin TB-TCM (Tes Cepat Molekular) yang berfungsi untuk mendeteksi TBC secara cepat.

Empat layanan tersebut tersebar di tiga puskesmas, yaitu Puskesmas Kaliwungu, Puskesmas Gribig, dan Jekulo. Sementara satu alat lagi tersedia di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Mesin TB-TCM ini dinilai mamou memberikan keakuratan hasil hingga 99 persen. Dan tidak butuh waktu lama, hasil dari tes menggunakan alat ini bisa dilihat hanya membutuhkan waktu paling lama 2 jam.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus Darsono, menerangkan, alat pendeteksi TBC ini memang belum tersedia banyak di tempat layanan kesehatan.

Penyediaan di tiga puskesmas juga dipilih dengan pertimbangan jarak dan cakupan wilayah dari masing-masing titik. Pihaknya berharap adanya alat ini bisa membantu mempermudah program pencegahan dan pengendalian TBC di Kabupaten Kudus.

“Tapi kita juga punya kader TBC di masing-masing puskesmas,” ujarnya.

Darsono menilai, kesadaran masyarakat untuk mengecek kesehatan diri di layanan kesehatan belum cukup tinggi. Apalagi, gejala dari TBC sering dianggap enteng dan berusaha diobati secara mandiri tanpa di cek secara spesifik.

“Kan kadang kalau batuk dianggap enteng,” tuturnya.

Padahal, untuk mengecek TBC di layanan kesehatan tidak dipungut biaya atau gratis. Darsono juga menuturkan, pengobatan bagi penderita TBC juga digratiskan.

Ada 7 rumah sakit dan 19 puskesmas di Kudus yang melayani pengobatan gratis bagi penderita TBC. Pengobatan ini berlaku hingga enam bulan dengan opsi perpanjangan dua bulan.

“Tidak harus memakai BPJS Kesehatan, pengobatan bisa dilakukan selama enam bulan dan opsi tambahan dua bulan,” tuturnya.

Menurut Darsono, mayoritas pasien TBC merupakan mereka yang masih dalam usia produktif. Hal ini lantaran mobilisasi dan aktivitas yang banyak dilakukan pasa usia ini. Sehingga, cukup beresiko untuk terpapar penularan TBC dari lingkungan sosialnya.

“Karena penularan TBC ini dari percikan droplet. Jadi jangan ragu kalau mau mengecek kesehatan sejak dini,” ujarnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.