Gagal Penuhi Target Tahun lalu, Pemerintah Diminta Genjot Penerimaan Kas Negara dari Sektor Pajak

oleh

Kudus, isknews.com – Pemerintah dan jajarannya diminta melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penerimaan kas negara dari pemasukan pajak, diantaranya melalui pendapatan dari sektor industri hasil tembakau.

Permintaan itu disampaikan Komisi XI DPR RI setelah mengetahui penerimaan pajak tahun 2019 tidak memenuhi target.

Hal itu terungkap saat rombongan Komisi XI DPR RI berkunjung ke Kantor Pusat Pusaka Raya (Pura) Group Kudus, Kamis (20/02/2020).

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi bersama rombongan meninjau ruang pamer produk milik PT Pura Group Kudus, Kamis (20/2/2020) (YM)

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI, Fathan Subchi, diikuti 21 anggota termasuk mantan Bupati Kudus Musthofa yang kini menjadi anggota DPR RI dari Dapil Jateng 3 Kudus, Demak dan Jepara.

TRENDING :  Memahami Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Bagian ke 5 ( Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal )

“Penerimaan kas negara dari pajak tahun lalu hanya mencapai 84,4
persen, sehingga tahun 2020 harus dipacu sehingga targetnya terpenuhi,” ungkap Fathan, selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Jawa Tengah selama dua hari, 20-22 Februari, termasuk ke Kota Kretek.

“Ke depan sangat berat, karena dari semua indikator ekonomi global dan nasional mengalami pelemahan, sehingga pemerintah harus memutar otak berkreasi secara cerdas untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, penerimaan negara tahun sebelumnya juga tidak mencapai target, terutama penerimaan yang berasal dari pajak hanya terealisasi 84,4 persen.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah didorong untuk terus menggali sektor lain, seperti mineral dan batu bara.

Terkait dengan kunjungannya ke PT Pura Group Kudus, katanya, perusahaan ini merupakan mitra cukai untuk pembuatan pita cukai rokok, sehingga hendak memastikan berlangsung dengan baik dan tidak ada penyimpangan.

Selain itu, lanjut dia, patut bangga bahwa ada karya anak bangsa di bidang percetakan, pembuatan cukai, hologram serta pengaman dalam percetakan yang dipakai di sejumlah industri besar, termasuk lembaga perbankan.

TRENDING :  Waspada Penipuan Atas Nama Bea Cukai, Begini Cara Mengantisipasi
TRENDING :  Realisasi Triwulan 1 Penerimaan KPPBC - TMC Kudus Tahun 2017 Capai Rp. 2,502 Triliun

Kunjungan ke Head Office (HO) atau Kantor Pusat Pura Group karena perusahaan percetakan dan kertas pengaman (security paper) itu menjalin kerjasama dengan pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai dalam pengadaan pita cukai.

Kedatangannya ingin memastikan tidak ada permasalahan, sekaligus menjajaki kemungkinan pemakaian cukai terhadap produk lain selain rokok.

Hadir mendampingi rombongan antara lain, Direktur Teknis Fasilitas Cukai Ditjen Bea dan Cukai Nirwala Dwi Heryanto, Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jateng-DIY Padmoyo Tri Wikanto, Presiden Direktur Pura Group Yohanes Slamet Harjanto, dan Direktur Operasional Pura Group Yohanes Moeljono Soebijanto. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :