Gedung Terbakar Bekas Matahari Kudus Segera Dibongkar

oleh -658 kali dibaca
Gedung bekas Matahari Dept Store yang terbakar dua tahun lalau segera dilakukan pembongkaran (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bangunan yang nyaris dua tahun tak banyak lagi dihuni oleh para penyewanya, akibat kondisi konstruksi yang dianggap membahayakan pasca kebakaran hebat bangunan Gedung Kudus Plaza atau yang lebih dikenal dengan Mal Matahari Kudus pada Februari 2018 lalu. Kini laku dilelang sebesar Rp 2,739 miliar, pada pelaksanaan lelang hari Senin (07/12/2020) lalu.

Hal itu disampaikan oleh, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono menjelaskan, lelang bangunan tersebut sudah diumumkan sejak 1 September dan dilaksanakan pada hari Senin (7/12/2020).

“Jumlah itu lebih besar lima kali lipat dibandingkan‎ limit bawah yang ditetapkan sebesar Rp 512 juta. Penawar tertinggi berani membayar bangunan tiga lantai sebesar Rp 2,739 miliar. Hasil lelang ini memuaskan karena bisa mendapatkan nilai penjualan yang tinggi,” jelas dia, Selasa (8/12/2020).

Dia menyampaikan, pemenang lelang adalah pengusaha asala Jakarta Herry Budianto Pratama (25), yang harus melakukan pembayaran paling ‎lambat 15 Desember 2020.

“Kemarin sudah memberikan uang jaminan Rp 250 juta, berarti tinggal menambah kekurangannya,” jelas dia.

Pemenang lelang diberi batas waktu untuk menyelesaikan pembongkaran bangunan paling lambat 20 Februari 2021.

Pihaknya juga meminta adanya jaminan kebersihan di atas lahan tersebut tidak meninggalkan sampah.

“Jangan sampai barang-barang yang laku dijual diambil, tapi yang tidak laku dibiarkan begitu saja. Nanti kami yang repot membereskannya. Makanya kami minta ada jaminan kebersihan,”ujar dia.

‎Bangunan yang memiliki luas 15.000 meter persegi di atas lahan 5.000 meter persegi itu juga masih ditempati sejumlah pedagang.

Beberapa pedagang sudah disurati agar segera membereskan jualannya paling lambat 13 Desember 2020.

“Mereka sudah disurati dan harus segera pindah sebelum tanggal 13 Desember 2020,” ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, satu toko Optik Internasional b‎erniat untuk meminta waktu tiga bulan.

Namun pihaknya menolak karena selama dua tahun terakhir toko tersebut juga sudah dibebaskan membayar retribusi.

‎”Selama dua tahun ini sudah tidak membayar retribusi, terus minta tiga bulan ya tidak bisa. Karena bangunan ini akan segera dibongkar,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.