Kudus, isknews.com – Pemerintah kabupaten Kudus melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) klaster FEDEP (Forum Employe Development Program) bidang usaha kecil menengah (UKM).
Mengambil tema “Mengembangkan kemitraan klaster melalui koperasi usaha”, Sebanyak 60 peserta dari empat klaster UKM yang ada dikabupaten Kudus hadir memenuhi undangan Bappelitbangda. Diantaranya pertama klaster konveksi, bordir dan batik. Kedua, logam, kuningan dan tembaga. Ketiga, pertanian terpadu dan yang terakhir klaster tas.
Marti, Kepala Prasarana Wilayah Ekonomi SDA (Praswil Eksda) pada Bappelitbangda kepada isknews.com mengatakan, FGD dilaksanakan bertujuan mensinergikan antara pelaku usaha di industri/dunia usaha, pemerintah dan lembaga pembiayaan dalam rangka untuk peningkatan kesejahteraan daya saing daerah.

Dalam model klaster inovasi, peran pemerintah daerah sebagai salah satu aktor inovasi adalah dukungan insentif untuk start-up dan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat.
Sementara peran dunia usaha/industri sebagai kelompok pelaku ekonomi yang melakukan proses pengolahan barang menjadi produk atau jasa bernilai tambah, berperan sebagai industri inti, pemasok, pengguna produk (pembeli), terkait dan menunjang kesinambungan proses produksi. Serta lembaga pembiayaan berperan sebagai stimulan peningkatan kapasitas.
Tujuan diadakan kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menjalin koordinasi antar anggota fedep UKM. “Sekarang, setiap ada pameran, baik yang dilaksanakan oleh fedep atau dinas perindustrian dan perdagangan, perwakilan anggota klaster kita undang untuk ikut memamerkan hasil produksi di event pameran.” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Bambang Tri Waluyo, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah. Imam Prayitno, Kepala Bidang Perdagangan. Perwakilan Jamkrindo dan Koperasi Kurma. (AJ)










