Gunakan Gawai, Ratusan Siswa SMP1 Kudus Ikuti Ujian Akhir Smester Berbasis HBT

oleh

Kudus, isknews.com – SMPN 1 Kudus menerapkan Inovasi dalam dunia pendidikan, salah satunya ujian berbasis Android smartphone yang mulai diterapkan di Sekolah ini pada Ujian Akhir Semester (UAS) 2019 sejak Senin kemarin. Aplikasi tersebut diklaim mempermudah dalam pengawasan dan pengolahan data nilai ujian siswa.

Dari pantauan media ini, UAS berbasis android smartphone ini diikuti oleh sebanyak 796 siswa kelas VII hingga IX dengan menggunakan gadged atau gawai yang mereka miliki. Para siswa terlihat sibuk dengan gawai-nya masing-masing sambil memperhatikan kertas ujian, Rabu (27/11/2019).

Handphone Base Test (HBT) begitu mereka menamakannya, yang diusung SMP 1 Kudus menjadi terobosan baik di dunia pendidikan. Selain ramah lingkungan, pengunaan gawai diklaim dapat meminimalisir berbagai tindak kecurangan dalan ujian.

TRENDING :  Moda Wisata di Terminal Bakalan Krapyak, Becak Paling Sering Melanggar

“Kalau mereka curang, buka situs atau aplikasi lain. Secara otomatis sistem akan menjadi error,” ujar Wakil Kepala Kurikulum SMPN 1 Kudus Suyatno, Rabu (27/11/2019).

Sejumlah siswa SMP1 Kudus saat melaksanakan UAS dengan menggunakan gawai (Foto: ist)

Menurutnya, penggunaan HBT dalam UAS sejatinya adalah upaya sekolah untuk menyesuaikan arahan menteri pendidikan. Selain itu, HBT juga diharapkan bisa diadopsi sekolah sederajat lainnya sebagai sebuah trobosan pendidikan dan bagian gerakan Paperless Pollution.

Walau demikian, ada proses panjang dan uji coba sebelum HBT ini diterapkan kepada para siswa. Trial dan eror pun kerap kali terjadi saat simulasi HBT dilakukan pada anak-anak didiknya.

TRENDING :  Agar Diminati Masyarakat, SDN 3 Kandang Mas Meningkatkan Mutu Pendidikan Yang Berbudi Luhur

“Untuk simulasi sendiri kami sudah melakukan kurang lebih sebanyak sepuluh kali, untuk mengetahui tingkat akurasi dan ” katanya.

Terkait kendala, Suyanto mengatakan jika masing-masing gawai akan memiliki masalah yang berbeda. Apabila gawai dari murid berisi game-game dengan kapasitas berat, maka akan sedikit sulit untuk membuka aplikasi soal dalam satu localnet.

“Karena itulah anak-anak mau tidak mau harus menghapus game-game ini untuk mengerjakan UAS terlebih dulu,” jelasnya.

Jenis sistem operasi pada gawai juga jadi kendala. Gawai dengan sistem operasi Mac pada Iphone tidak kompeten ataupun tidak cocok untuk mengakses acces point laman ujian sekolah tersebut.

TRENDING :  Bupati Kudus : Bantuan Rastra Harus Tepat Sasaran

“Untuk saat ini SO android yang kompeten, oleh karena itu kami menyediakan lab komputer bagi yang hapenya tidak kompeten,” katanya.

Untuk prosedur, Pasca masuk aplikasi yang diakses melalui localnet dengan menggunakan nomor absen dan NIS, siswa kemudian akan menerima soal yang dikerjakan oleh gurunya. Setelah sebelumnya tim publish mengupload soal ke aplikasi atau Acces point di localnet.

“Kemudian siswa bisa mengerjakan soal-soal dengan cara memilih pilihan ganda,” katanya.

Pihaknya pun berharap dengan adanya HBT ini, pendidikan di Kabupaten Kudus ini bisa semakin maju dan akan senang hati apabila ada sekolah sederajat yang ingin berbagi informasi mengenai penggunaan HBT ini untuk kebutuhan ujian sekolah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :