Harga Lapak Dandangan 2026 Turun Signifikan, Pedagang Kudus Dapat Prioritas dan Subsidi

oleh -760 Dilihat
Dokumentasi tradisi dandangan tahun lalu (foto: ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Penyelenggaraan Festival Dandangan Kudus 2026 dipastikan membawa angin segar bagi pedagang lokal. Panitia resmi menurunkan harga sewa lapak secara signifikan dan memperpanjang masa pelaksanaan kegiatan guna memberi ruang lebih besar bagi pedagang dalam meraih keuntungan.

Managing Director Festival Dandangan Kudus 2026, Anjas Pramono, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan berbagai stakeholder serta mendapat arahan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Kudus.

“Alhamdulillah, kami diamanahi sebagai koordinator Dandangan 2026 dan diminta untuk menekan harga agar lebih terjangkau, khususnya bagi pedagang asli Kabupaten Kudus,” kata Anjas dalam sesi jumpa pers, Sabtu (10/1/2026).

Anjas menjelaskan, Dandangan 2026 akan dibagi ke dalam tujuh blok, yakni A, B, C, D, E, F, dan G. Untuk pedagang warga Kudus, harga sewa lapak ditekan hingga minimal Rp1 juta, sudah termasuk tenda ukuran 3×3 meter, listrik selama 12 hari, biaya kebersihan, serta retribusi daerah sesuai ketentuan.

Sementara itu, pedagang dari luar Kabupaten Kudus akan dikenakan tarif lebih tinggi, yakni selisih sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per blok. Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk subsidi dan afirmasi bagi pedagang lokal.

“Tujuannya jelas, supaya pedagang Kudus tidak terbebani. Fasilitas tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada yang kami kurangi,” tegasnya.

Untuk proses pendaftaran, panitia akan membuka pendaftaran mulai Senin, baik secara online maupun offline. Pendaftaran offline disediakan di Café Dekranasda, dekat Alun-alun Kudus, dengan syarat menunjukkan KTP Kudus sebagai upaya verifikasi pedagang lokal.

Langkah ini juga dilakukan untuk menekan praktik percaloan dan penjualan lapak oleh tangan kedua maupun seterusnya yang selama ini dinilai membuat harga tidak rasional.

Festival Dandangan 2026 rencananya akan digelar selama 12 hari, lebih lama dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 hari. Kegiatan direncanakan berlangsung mulai 7 hingga 18 atau 19 Ramadhan, menyesuaikan dengan penetapan awal puasa.

“Karena musim hujan dan atas arahan Pak Bupati, kami memperpanjang durasi agar pedagang punya waktu lebih untuk balik modal. Apalagi ada dua akhir pekan yang biasanya menjadi puncak penjualan,” ujar Anjas.

Panitia juga menargetkan keterlibatan pedagang lokal minimal 70 persen di blok E, F, dan G, serta 50–60 persen di blok A, B, C, dan D. Secara keseluruhan, panitia optimistis pendapatan retribusi daerah tetap meningkat meski harga diturunkan, dengan estimasi mencapai Rp500 ribu per lapak. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :