Hari Stroke Dunia: dr Pujianto Ajak Warga Kudus Kenali Gejala dengan Slogan “SeGeRa Ke RS”

oleh -1,313 kali dibaca
Dirut RS Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto dan dr Dr. Noviandi Herlambang, spesialis syaraf saat memberikan edukasi tentang kenali gejala dan tandapenyakit strok kepada warga di arena CFD Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu 29/10/2023 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto mengajak warga Kudus untuk mengenali gejala dan tanda penyakit stroke dengan memahami slogan “SeGeRa Ke RS”. Dengan memahami slogan ini masyarakat didorong untuk peduli terhadap pentingnya dukungan semua pihak pada pencegahan, perawatan, pengobatan dan pemulihan penderita stroke.

“Kami mencoba mengedukasi masyarakat mengenai penyakit stroke ini. Ada suatu slogan yang dijadikan sebagai pengingat mengenali gejala stroke yaitu ‘SeGeRa Ke RS’. Sebagai edukasi kepada masyarakat,” kata dr Pujianto disela-sela rangkaian kegiatan Peringati hari stroke sedunia tanggal 29 Oktober yang puncaknya di Alun-Alun Simpang Tujuh Kota Kudus berkolaborasi dengan Kodim 0722 Kudus berupa jalan sehat dan senam masal peringati HUT TNI ke 78 yang juga diselingi dengan senam stroke, Minggu (29/10/2023).

Dirinci olehnya, masyarakat dengan mencermati slogan ‘SeGeRa Ke RS’, akan dapat mengetahui gejala dan tanda stroke yakni Se: Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air secara tiba-tiba. Ge adalah Gerak, dimana separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba. Ra: Bicara pelo atau tiba-tiba tidak dapat berbicara atau tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung. Ke: Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh secara tiba-tiba. R: Rabun, pandangan satu mata kabur, yang terjadi secara tiba-tiba dan S: Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasikan.

Rangkaian kegiatan perayaan hari stroke sedunia oleh RS Mardi Rahayu pada tahun ini diawali dengan seminar umum tentang seputar stroke secara cuma-cuma dan senam sehat yang dilaksanakan di RS Mardi Rahayu pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023 kemarin.

Usai senam, masyarakat yang mengunjungi  stand untuk mendapatkan pemeriksaan Kesehatan secara gratis oleh tim medis yang dihadirkan oleh RS Mardi Rahayu. Pemeriksaan dilakukan berupa cek darah untuk mengukur kadar kolesterol, gula darah dan asam urat serta beberapa kondisi Kesehatan lain. Warga yang datang juga bisa melakukan konsultasi medis.

Direktur RS Mardi Rahayu Kudus dokter Pujianto mengatakan, peringatan hari stroke sedunia setiap 29 Oktober menjadi upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dirincinya, stroke sering disebut juga sebagai serangan otak (brain attack). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menurut data WHO tahun 2022 merupakan penyebab disabilitas tertinggi di dunia, serta penyebab kematian nomor dua di dunia.

Kemudian, dilanjutkan dengan orasi dari tim kreatif unit stroke, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan asam urat, pemeriksaan kolestrol, dan konsultasi oleh dokter spesialis saraf secara cuma-cuma.

Dijelaskannya bahwa kegiatan perayaan ini merupakan bukti pengabdian dan kesungguhan layanan unggulan Stroke di RS Mardi Rahayu, yang dikemas dengan slogan Stroke PaSTi (Penanganan Stroke Terintergrasi).

“Dimana layanan stroke di RS Mardi Rahayu dilakukan mulai dari sebelum – selama dan setelah perawatan dari Rumah Sakit,” katanya saat ditemui di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Minggu, 29 Oktober 2023.

Sebelum ke RS, ambulans RS Mardi Rahayu siap menjemput secara cuma-cuma bagi pasien rawat inap dari seluruh area di Kudus, pada nomor telpon 0811 2710 911. Pasca perawatan di RS Mardi Rahayu keluarga pasien stroke yang memerlukan bantuan Tenaga Pendamping Orang Sakit (NaPOS) dapat menghubungi nomor telpon 0888 0650 0777.

“Harapannya, melalui ini semua, visi RS Mardi Rahayu tercapai senantiasa, yaitu menjadi RS pilihan utama berdasarkan kasih di Jawa Tengah,” tuturnya.

Untuk diketahui, stroke sering disebut juga sebagai serangan otak (brain attack), merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menurut data WHO tahun 2022 merupakan penyebab disabilitas tertinggi di dunia dan penyebab kematian nomor dua di dunia.

Prevalensi (proporsi dari populasi) penderita stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur lebih sama dengan 15 tahun sebesar 10.9 persen atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang.

Gerakan nasional terkait Stroke yang digalakkan oleh pemerintah juga cukup beragam, mulai dari tips mencegah stroke dengan slogan CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress).

Hingga tips mudah mengenali ‘Gejala dan Tanda-Tanda Stroke’ dengan slogan SeGeRa Ke RS (Senyum tidak simetrik, Gerak separuh tubuh melemah, bicaRA pelo, KEbas, Rabun, Sakit kepala hebat) yang terjadi secara tiba-tiba. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.