Kudus, ISKNEWS.COM – Kabar terkait warga kurang mampu yang menderita luka bakar akibat tersiram air mendidih mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Salah satunya Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kudus Hartopo.
Bersama anggota Komisi B DPRD Kudus Sakdiyanto, Hartopo mengunjungi korban Nafda Nanila Mayatul Zurroh (12), warga Desa Mejobo RT 02 RW 03, Kecamatan Mejobo, di Ruang Bougenvil 2 RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Selasa (01-05-2018) sore.
Kedatangan cawabup nomor urut lima tersebut disambut hangat pihak keluarga. Ayah Nafda, Achmad Nasirun bersama sang istri menyambut kedatangan Hartopo. “Terima kasih sudah peduli kepada anak kami. Semoga bisa segera sembuh dan kembali seperti sediakala,” ujar Nasirun.
Nasirun menceritakan, peristiwa nahas yang menimpa putrinya terjadi pada Selasa (24-04-2018). Saat itu dirinya bermaksud membantu sang nenek untuk memasak air. Ketika sudah selesai tak disangka saat mengangkat air, rok yang dipakai terinjak sehingga mengakibatkan luka bakar.
Karena panik, neneknya kemudia memberika garam pada kulit yang tersiram air. Kemudian di bawa menuju Puskesmas Mejobo untuk mendapat penanganan medis. “Yang namanya orang tua karena ketidaktahuannya justru dikasih garam. Niatnya ingin membantu,” imbuhnya.
Hanya saja selama mendapat perawatan di Puskesmas Mejobo hanya mendapat obat oles dan ganti perban. Akhirnya perawatas dipindah ke Puskesmas Jepang. Ternyata di sana pun sama metode perawatannya.
Akhirnya karena takut semakin menjalar infeksinya, kemudian di bawa periksa ke dokter. Dari dokrer menyarankan rujuk ke rumah sakit. “Alhamdulillah semalam sudah dibantu banyak pihak dan dapat digratiskan biayanya,” tandasnya.
Disampaikan Nasirun, sesuai jadwal yang telah diberikan pihak rumah sakit, putrinya akan dilakukan tindakan operasi Rabu (02-05-2018) pagi pukul 08.00 WIB. Dia berharap nantinya operasi lancar dan anaknya kembali sembuh. “Kami mohon doanya dari semua pihak,” tukasnya.
Sementara itu Nafda saat dikunjungi sedang menyantap nasi. Karena tangan kanannya dibalut perban terpaksa makan menggunakan tangan kiri. Tampak raut kesedihan dari siswi kelas lima MI tersebut. Sesekali Hartopo dan Sakdiyanto mengajak bercanda agar menghilangkan rasa sedihnya.
Setelah dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus ternyata diketahui fakta baru. Yakni adanya luka bakar pada bagian tubuh lainnya. Ternyata Nafda menderita luka bakar juga pada tubuh bagian kanan. Mulai pundak hingga perut. Hal itu diketahui saat orang tuanya hendak memandikannya.
Menanggapi kondisi Nafda, Hartopo mengatakan turut prihatin. Sebenarnya kondisi Nafda dapat diminimalisir sehingga tidak menyebabkan infeksi apabila penanganan di puskesmas terdekat diefektifkan. Dia mencontohkan, karena keterbatasan alat dan obat membuat puskesmas tidak bisa berbuat banyak.
Akan tetapi, lanjutnya, dia juga menyayangkan pihak puskesmas yang tidak langsung merujuk ke rumah sakit. “Kondisinya kan sudah cukup parah, bahkan sampai infeksi ke dalam sehingga harus dilakukan tindakan operasi. Harusnya pihak puskesmas tanggap hal ini,” ujarnya.
Hartopo menambahkan, nantinya akan membenahi pelayan di puskesmas yang ada di seluruh Kudus. Sehingga nantinya apabila ada peristiwa semacam ini pagawai puskesmas dapat lebih tanggap untuk mengambil tindakan darurat.
Dia juga mengapresiasi pihak yang telah bersedia membantu ketika membawa Nafda ke RSUD Loekmono Hadi Kudus, Senin (30-04-2018) malam. “Kami doakan lekas sembuh dan kembali bisa bermain dengan teman-teman,” pungkasnya. (MK/YM)










