HIPMI Goes To School, Upaya Tanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini Bagi Pelajar SMK Kudus

oleh -702 kali dibaca
Ketua BPC HIPMi Kudus, Ali Esmanto saat menjadi pembicara dalam seminar kewirausahaan HIPMI Goes to School yang digelar di SMK Ma’arif 2 Jekulo, Kudus, Minggu (26/12/2021). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Kudus, mencanangkan program HIPMI Goes to School ke sejumlah sekolah sekolah kejuruan atau SMK di wilayah Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak SMK supaya mulai merancang dan menjadi seorang entrepreneur di masa muda.

Ketua BPC HIPMi Kudus, Ali Esmanto menyampaikan, jika anak-anak muda ini sejak usia muda sudah punya usaha, maka Insya Allah di Kabupaten Kudus ini bisa menjadikan Kabupaten yang maju, ekonominya unggul dibandingkan Kabupaten atau Kota lainnya.

“Ini juga menjadi program unggulan di HIPMI Kabupaten Kudus, karena di HIPMI itu batasan usia anggotanya mulai dari 17 hingga 40 tahun, di HIPMI goes to school ini akan mengajak anak-anak muda untuk masuk sebagai pengusaha muda di HIPMI dan menjadi seorang entrepreneur yang handal,” kata Ali disela sela dirinya sebagai pembicara seminar kewirausahaan HIPMI Goes to School yang digelar di SMK Ma’arif 2 Jekulo, Kudus, Minggu (26/12/2021).

Menurut dia, kebanyakan sekolah yang menjadi sasaran programnya adalah memang sekolah kejuruan karena mereka sudah punya ketrampilan dasar sesuai jurusan yang diikutinya.

“Meski begitu nanti kalau ada SMA yang berminat tetap kita masuki. Yang utama kan kita adalah kejuruaan dulu, karena dia sudah punya ketrampilan misalnya keterampilan menjahit , keterampilan border atau keterampilan tata usaha,” terangnya.

Dikatakannya saat ini pihaknya baru masuk di dua SMK yakni SMK Al Islam dan SMK Ma’arif 2 . Setelah ini nanti pihaknya akan ke SMK yang lainnya. Materi yang diberikan berkisar tentang keHIPMIan,  entrepreneur, tentang tata cara untuk mendirikan usaha dan pemasaran.

“Pengusaha-pengusaha muda di Kudus sebetulnya juga banyak tapi bergeraknya mereka memang masih terkendala soal sdm dan  permodalannya yang biasanya menjadi kendala klasik. Lah di HIPMI ini mendorong bagaimana bisa menjadi pengusaha UMKM yang naik kelas maka harus dibenahi SDM dan manajemennya, terutama di keuangannya, kalau keuangannya sudah dikelola uang usaha ya uang usaha lalau uang pribadi ya uang pribadi, maka sedikit banyak mereka akan mulai meningkat, punya rasa untuk meningkatkan usaha itu yang kami tanamkan untuk anak anak muda,” terangnya.

HIPMI Kudus kini telah membentuk sayap organisasi yakni HIPMI perguruan tinggi. Agenda ini masuk dalam ADART HIPMI sebagai program unggulan karena sudah dimasukkan di ADART sejak tahun 2008 saat itu ketua HIPMI pusat saat itu Sandiaga Uno.

“Saat ini para pengusaha muda yang sudah tergabung di HIPMI Kabupaten Kudus sekitar 60 orang dan yang sudah terbentuk di HIPMI perguruan tinggi IAIN ada 25 orang, di UMK  baru 10 orang,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.