Marketplace Solusi UMKM Kudus Pasarkan Produk dengan Ruang Tak Terbatas

oleh -155 Dilihat
Ketua BPC HIPMI Ali Ismanto, saat menjadi pembicara pada seminar 'Strategi pemasaran produk melalui Marketplace Shopee' (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kudus membekali para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) muda di Kabupaten Kudus, dengan metode pemasaran digital yakni Marketplace di Aula Kelurahan Wegu Wetan Kudus, Minggu (24/07/2022).

Bekerjasama dengan Rumah BUMN Demak, Karang Taruna Kelurahan Wergu Wetan dan Shophee BPC HIPMI menggelar seminar ‘Strategi pemasaran produk melalui Marketplace Shopee’ yang diikuti sejumlah peserta para pelaku UMKM muda di Kudus dan pemuda anggota Karang Taruna.

Menurut ketua HIPMI Kudus, Ali Ismanto, Ketika dunia digital sudah semakin maju dan setiap orang memiliki akses yang mudah terhadap Internet, maka berjualan secara online adalah sebuah pilihan menarik.

“Jalur online atau marketplace menjadi pilihan karena untuk memudahkan sebuah pemasaran tanpa terkendala kepemilikian tempat bisnis atau toko maupun sempitnya peluang sukses. Karena melalui jalur online, kita akan memiliki ruang pemasaran tanpa batas,” kata Ali usai menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

Selain itu, saat ini, masyarakat sudah lebih menggemari hal- hal yang lebih praktis, seperti konsep berbelanja tanpa harus keluar rumah. Marketplace secara langsung bisa menjadi penengah untuk segala transaksi antara penjual dan pembeli.

”Kami mengundang karang taruna dan masyarakat umum yang tertarik dengan hal ini, kami sharing seputar bagaiama strategi pemasaran secara online agar bisa membuat produknya ini laris,” ujar Ali.

Dengan Marketplace, akan sangat mudah bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya tanpa perlu modal banyak, cukup menguasai teknologi dan mengerti bagaimana keinginan pasar.

”Inilah yang harus dilakukan para pelaku UMKM muda, market place menyediakan efisiensi penjualan, prospeknya juga bagus, jadi kami dorong mereka untuk menerjunkan produknya ke sana,” sambung dia.

Ali menambahkan, di Kabupaten Kudus sendiri mulai banyak pengusaha muda yang terjun dan bersaing di market place.

”Saat ini pelaku usaha online dan offline di Kabupaten Kudus sendiri sudah berada pada kisaran 40 dan 60 persen. Artinya peluang bisnis online ini memiliki prospek yang bagus,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.