Kudus, isknews.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak Kamis (6/2/2025) siang hingga malam mengakibatkan banjir di berbagai wilayah. Genangan air dengan ketinggian antara 20 cm hingga 120 cm tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan lalu lintas sepanjang 5 km di jalur Semarang-Surabaya. Selain banjir, cuaca ekstrem ini juga menimbulkan tanah longsor, angin kencang, serta pohon tumbang di beberapa titik.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Mundir, melaporkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh hujan deras berintensitas tinggi yang terjadi sejak sore hingga malam hari.
Dampak Bencana
Bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Kudus meliputi:
- Tanah Longsor
- Dukuh Sumberejo, Desa Kedungsari, RT 02 RW 04, Kecamatan Gebog
- Rumah/Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang
- Dukuh Proko Winong, Desa Kaliwungu, RT 01 RW 08, Kecamatan Kaliwungu (gudang pakan ternak sekaligus kandang kerbau)
- Pohon Tumbang Mengganggu Aktivitas Warga
- Desa Prambatan Lor, RT 03 RW 04, Kecamatan Kaliwungu
- Jl. Kudus – Pati, Desa Terban, Kecamatan Jekulo
- Jl. Dau, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo
- Jl. Megawon Timur, Lapangan Megawon, Kecamatan Mejobo
- Jl. Jurang, Desa Jurang, Kecamatan Gebog
- Desa Golan Tepus, Kecamatan Mejobo
- Banjir dan Genangan
- 30-50% wilayah Kudus terdampak banjir dengan ketinggian air 20-100 cm.
- Wilayah terdampak meliputi:
- Kecamatan Kaliwungu: 8 desa
- Kecamatan Jekulo: 6 desa
- Kecamatan Mejobo: 11 desa
- Kecamatan Undaan: 2 desa
- Kecamatan Bae: 6 desa
- Kecamatan Jati: 7 desa
Jumlah warga terdampak mencapai 16.185 kepala keluarga (KK) atau 64.737 jiwa. Desa Ngembal Rejo menjadi wilayah dengan genangan terdalam akibat limpasan Sungai Dawe dan Sungai Nolo, dengan ketinggian air di jalan desa mencapai 40-120 cm dan di dalam rumah 20-50 cm. Kondisi ini menyebabkan kemacetan sepanjang 5 km di jalur Semarang-Surabaya.
Mundir menyampaikan lagi bahwa kondisi cuaca yang masih ekstrem menghambat beberapa proses penanganan di titik-titik terdampak. “Kami terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan tim dan warga. Jika diperlukan, evakuasi akan segera dilakukan,” ujarnya.
Dengan kondisi yang masih berisiko, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas terkait guna menghindari risiko lebih lanjut. (AS/YM)






