Ikuti Rakornas Keuangan di Bali, UMKU Sebut Ajang Sinergitas dan Kolaborasi PTMA di Indonesia

oleh -114 kali dibaca
Sejumlah Rektor PTA di Indonesia disela sela ikut Rakornas Keuangan dan SDM PTMA di Bali (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Rakornas keuangan Perguruabn Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se Indonesia yang digelar oleh Mejelis Diktilitbang PP Muhammadiyah di Prime Plaza Hotel Sanur Bali yang berlangsung beberapa pekan lalu disambut positif oleh Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).

Rektor UMKU Dr. Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) yang juga hadir dalam rakornas tersebut menyebut bahwa, rakornas ini menjadi ajang sinergi antar PTMA se Indonesia. Kolaborasi antar perguruan tinggi akan memberikan dampak yang luar biasa.

“Energi positif ini diharapkan dapat memberikan kemajuan yang signifikan terutama pada PTMA yang sedang bertumbuh” ujarnya, Kamis (04/08/2022).

Rektor Rusnoto hadir dalam rakornas bersama Ketua BPH UMKU Drs Sajad Abdi M.Pd, dan Warek II RizkaHimawan, S.Psi., M.Psi.

“Rakornas hari ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang dapat mendorong dan membangkitkan semangat PTMA dalam memajukan Persyarikatan Muhammadiyah,” paparnya.

Sementara itu rakornas yang di inisiasi oleh ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Lincoln Msc. P.hD. bertemakan kebijakan pengelolaan keuangan, aset, dan sumber daya manusia PTMA yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan.

Prof Lincoln menegaskan pentignnya manajerial tata Kelola keuangankampus. Keuangan menjadi central kehidupan kampus selain pengelolaan asset dan juga sumber daya manusia.

“Pengelolaan aset dan keuangan perlu dilakukan secara efektif dan efisien. Pimpinan PTMA juga perlu mengembangkan sumber pemasukan lain melalui pengembangan dunia usaha sehingga tidak hanya bergantung kepada SPP mahasiswa,” ujarnya.

Dia juga berharap Rakornas Keuangan dapat menghasilkan input dan masukan untuk mengembangkan PTMA agar dapat maju, bertahan, dan dapat membantu PTMA yang saat ini masih terus berprogres.

Senada, Prof Dadang Kahmad menegaskan pentingnya berkolaborasi antar PTMA sesuai Amanat PP Muhammadiyah tentang 7 poin penting dalam rakornas tersebut, yakni pengembangan SDM, pentingnya pengembangan kompetensi akademik dan manajerial. Usaha pengelolaan dan pemutakhiran data serta kekuatan hukum untuk aset Muhammadiyah. 

“Diperlukan model pengembangan sistem informasi manajemen keuangan dan peningkatan efisiensi penggunaan dana. Peningkatan akuntabilitas audit, penajaman alokasi dana sesuai visi misi Muhammadiyah. Terakhir, peningkatan pendanaan dari mahasiswa,” ungkap Prof Dadang Kahmad.

Rakornas diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh PTMA di Indonesia. Termasuk Unismuh Makassar, UM Jember dan ITBM Bali yang berperan sebagai tuan rumah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.