Integrasi Kampung KB Bersama Mitra Kerja

oleh -377 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sosialisasi dan penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dari BkkbN Kabupaten Kudus telah digelar di halaman Desa Bulung Cangkring Kecataman Jekulo Kabupaten Kudus, Rabu, (22/11/17) Pagi.

Ketua Panitia penyelenggara Sururi Mujib mengatakan, Sedikitnya 100 warga yang terdiri dari Ibu PKK Desa Bulung Cangkring menjadi peserta KB dalam kegiatan tersebut. Selain itu, hadir pula Kusnan, Kades Desa Bulung Cangkring, Perangkat desa Bulung Cangkring, RT dan RW desa Bulung Cangkring, Ketua dan anggota BPD Desa Bulung.

Dikatakan Sururi, Sebagai Narasumber, Habib Ali Mahir, anggota DPR RI Komisi IX, Solikul Hadi dari perwakilan BkkbN Jateng, Siti Dewi Masitoh Kabid perwakilan Kb dinas Sosial Kabupaten Kudus Dan para tanu undangan lainnya.

Siti Dewi Masitoh Kabid KB pada Dinas Sosial Kabupaten Kudus, Tak henti-hentinya mengajak para ibu – ibu untuk mengikuti KB baik suntik, Pil, kontrasepsi dan MOW (medis operasi wanita). “KB bukan hanya untuk ibu-ibu saja tapi juga untuk bapak-bapak juga ikut KB kontrasepsi mantap pada pria atau MOP ( Metoda Operasi Pria) atau biasa disebut vasektomi,” imbuhnya

Tujuan KB sendiri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Sebagai tuan rumah, Kusnan Kades Desa Bulung Cangkring, menyambut baik kegiatan ini. Sementara itu, Habib Ali Mahir anggota DPR RI dalam penyampaiannya, Tujuan program KB adalah bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan penduduk, sehingga pemerintah dapat mengetahui laju pertambahan penduduk dengan daya dukung dan kemampuan nasional untuk menyediakan kebutuhan penduduk. “Kita mau bagaimana supaya ada keseimbangan. Seimbamg kemampuan ekonomi, infrastruktur dan pendidikan. Sehingga masyarakat bisa hidup sejahtera,” ungkapnya

Program KB, lanjutnya, merupakan program yang dirancang bukan untuk membatasi kelahiran. Bukan juga larangan negara untuk melahirkan. Akan tetapi, program yang bertujuan untuk merencanakan kehidupan keluarga secara lebih baik dan layak. “Tidak menikah pada usia dini, tetapi pada usia matang. Anak tidak perlu banyak. Cukup dua, tetapi mereka tumbuh sehat, cerdas, dan bisa menikmati pendidikan secara baik,” imbuhnya.

Ali Mahir mendukung program Kampung KB. Termasuk dengan memberi perhatian pada peningkatan gizi balita. “Hasilnya memang tidak langsung akan terlihat dan bisa dinikmati. Akan tetapi pada beberapa tahun ke depan. Insya Allah saya akan dukung penuh, agar kampung KB ini, berjalan sukses” ucapnya

Selain memberikan sambutan terkait ajakan untuk ber-KB, juga membagikan door prize berupa pulsa dan bantuan dana untuk pengembangan KB kepada para peserta yang hadir. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.