Investor Domestik Dorong Ekonomi, Investasi Kudus Hingga November Capai Rp 1,632 Triliun

oleh -250 Dilihat
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Fitrianto. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Peran kuat investor domestik menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus sepanjang 2025. Hal tersebut tercermin dari capaian realisasi investasi yang berhasil menembus angka Rp 1,632 triliun hingga November 2025, sekaligus melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kudus sebesar Rp 1,22 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan target awal yang dibebankan pada tahun ini. Bahkan, realisasi investasi masih berpotensi bertambah seiring belum seluruhnya laporan investasi bulan Desember 2025 tercatat dalam sistem.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Fitrianto, menyampaikan bahwa nilai investasi yang terlaporkan melalui sistem Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga akhir November mencapai Rp 1,632 triliun.

“Realisasi yang tercatat sampai dengan November sudah melampaui target. Angka ini masih bisa bertambah karena laporan bulan Desember belum semuanya masuk,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Dari total realisasi sementara tersebut, investasi didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai sekitar Rp 1,523 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp 108,955 miliar. Kondisi ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor domestik terhadap iklim usaha di Kabupaten Kudus.

Fitrianto menjelaskan, data realisasi investasi tersebut berlaku bagi pelaku usaha skala kecil, menengah, hingga besar dengan nilai investasi di atas Rp 1 miliar. Sementara itu, pelaku usaha mikro tidak diwajibkan melaporkan nilai investasinya melalui sistem yang berlaku.

Dari sisi sektor usaha, investasi di Kabupaten Kudus pada 2025 masih didominasi oleh industri pengolahan. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran juga menjadi kontributor utama dalam mendorong nilai investasi di Kota Kretek.

Selain melampaui target tahun berjalan, realisasi investasi 2025 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, investasi di Kudus tercatat sebesar Rp 1,423 triliun dari target Rp 1,108 triliun. Tren tersebut menunjukkan pertumbuhan investasi yang terus bergerak positif dari tahun ke tahun.

Fitrianto menambahkan, meningkatnya minat investor tidak lepas dari komitmen Pemkab Kudus dalam memberikan kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Melalui DPMPTSP, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pendampingan dan fasilitasi secara optimal bagi para calon investor.

“Selama persyaratan administrasi lengkap, proses perizinan dapat diselesaikan dengan cepat, bahkan dalam waktu satu hari. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :