Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Inovasi dan kreasi mutlak diperlukan agar terus bisa bertahan dalam persaingan usaha. Seperti halnya yang dilakukan oleh perajin meubel di Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan. Perajin meubel ukir yang ada di Kampung Sembada Ukir ini terus berupaya mengembangkan kreasi produk mereka. Kini setidaknya ada 50 kreasi khas yang diharapkan dapat bersaing di pasar furnitur.
Ketua Kampung Sembada Ukir Desa Petekeyan Marsodiq mengungkapkan, pihaknya terus berusaha agar lebih kreatif agar dapat mengembangkan motif dari perajin-perajin di Desa Petekeyan. Di Desa Petekeyan khusus dikembangkan berbagai perabotan rumah dari kayu bermotif minimalis. Kreasi khas yang dibuat diantaranya almari berbentuk botol, biola dan botol air mineral. Kerajinan itu dikembangkan secara khusus oleh perajin di wilayah tersebut. “Kita memang terus berupaya untuk menciptakan kreasi agar tetap bisa brsaing,” katanya, Jumat (6/10/2017).

Ia mengatakan, produktifitas warga Petekeyan dalam memproduksi perabot meubel juga sangat tinggi. Dalam satu minggu seorang perajin dapat memroduksi dua hingga empat set kursi dan meja. Untuk masalah harga, satu set meubelair mentah terdiri dari dua kursi, satu meja dan sebuah bangku dihargai mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. “Harganya bervariasi, untuk yang terendah sekitar Rp.1 juta bisa mencapai Rp.2,5 juta untuk kualitas bagus,” jelasnya.
Marsodiq menambahkan, kendala yang dihadapi oleh pengusaha meuble di desanya yakni sebagiamana industri tradisional lainnya yang terus mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya investasi yang masuk ke Jepara non meubel. “Untuk pengukir perempuan ayng dulu banyak ada di Petekeyan, sekarang banyak perempuan yang memilih bekerja di perusahaan garmen,” tandasnya. (Za)
KOMENTAR SEDULUR ISK :










