Jalanan Di Balai Jagong Di Blokade Gundukan Tanah, Ada Apa?

oleh -244 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Pemandangan di sekitar Balai Jagong Sport Center Wergu Wetan Kudus kini terlihat berantakan. Pasalnya, akses jalan tersebut terkesan mengganggu pemandangan bagi warga yang sedang menikmati suasana santai di destinasi wisata baru kebanggaan masyarakat Kudus ini.

Bahkan, akses menuju Mushola satu-satunya pun sempat di blockade gundukan tanah meski Rabu pagi (30-5-2018) sempat dibersihkan oleh petugas kebersihan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Sungguh pemandangan dan suasana di areal tersebut menjadi sangat membuat tidak nyaman.

“Pasalnya, onggokan-onggokan tanah tersebut menghalangi akses warga, para pedagang dan wisatawan yang akan melintas dari jalan-jalan kawasan tersebut.” Ujar Santoso pedagang minuman yang berdagang di kawasan Balai Jagong, Selasa (29-05-2018) kemarin.

Dikonfirmasi mengenai Hal tersebut, Kepala Bidang Olahraga Disdikpora Kudus, Harjuno Widodo melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Subarkah, mengatakan, Dulu itu dikawasan Balai Jagong beberapa paket pekerjaan Listrik, Fisik dan urug.

“Nah pekerjaan urug itu kan yang mengerjakan adalah CV Monodon Semarang, kemarin belum lama ini ada orang yang menghubungi saya, dan ngakunya bernama Pak Muh, mengaku sebagai laveransir atau penyedia material dari proyek yang dikerjakan oleh pihak penyedia jasa, tapi gak jelas ini yang wan prestasi kontraktor apa sub kontraktornya,” ujar Subarkah.

Dilanjutkannya, sebagai bentuk rasa kecewanya, dirinya lalu memblokade akses akses jalan yang dulu menggunakan materialnya.

Dari pantauan media ini, blockade sudah dilakukan oleh yang bersangkutan sejak sepekan yang lalu dan hingga semalam malah spotnya makin di tambah hadangnya termasuk akses menuju Videotron, terhitung sudah ada lima titik yang di beri Barikade atau penghalang berupa gundukan tanah.

Suasana Balai Jagong Wergu Wetan yang di blokade gundukan tanah, Kamis 31 Mei 2018, Pagi. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

 

Ditambahkan oleh Subarkah, “Pagi ini sudah dibersihkan oleh anak-anak (Petugas kebersihan outsorching), namun karena mereka bukan berkualitas kuli apalagi di bulan puasa ya, kini sudah berhenti, karena untuk membersihkannya seperti itu seharusnya dengan beghoe,” terangnya.

Sementara itu aktivis LSM Jamal mengatakan, seharusnya pemerintah tidak boleh membiarkan hal tersebut, konflik antar penyedia jasa dengan sub-sub kontraktornya tidak boleh mengganggu akses dan kenyamanan warga masyarakat.

“Karena sudah semestinya proyek pengurugan dan pemasangan paving pada tahun 2017 yang bernilai lebih dari 30 Miliar sudah selesai dan sebagai area public, dapat dimanfaatkan warga sesuai peruntukannya dengan baik,” katanya.

“Situasi ini tak boleh berlarut-larut, sudah semestinya Disdikpora harus cepat bertindak dengan kondisi ini,” imbuhnya. (AJ/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.