Jalur Alternatif Disiapkan, Polisi Antisipasi Lonjakan Pemudik di Kudus

oleh -422 Dilihat
Pendirian POS pelayanan mudik oleh polres kudus didekat terminal Jati, Kudus. (Foto YM)

Kudus, isknews.com — Potensi lonjakan kendaraan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai diantisipasi jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Kudus dengan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, termasuk membuka sejumlah jalur alternatif di titik-titik rawan macet.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 guna memastikan arus mudik tetap aman, lancar, dan terkendali.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Lantas Polres Kudus, Zubaidi, menyampaikan bahwa hingga H-3 Lebaran, kondisi lalu lintas di wilayah Kudus masih relatif lancar. Namun, peningkatan volume kendaraan dari luar daerah mulai terlihat.

Untuk arus mudik H-3 Lebaran ini masih lancar, baik di jalur Lingkar Tanggulangin maupun Pantura Timur. Namun kendaraan dari luar daerah sudah mulai masuk ke wilayah Kudus,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 24 hingga 25 Maret 2026, seiring berakhirnya masa libur Lebaran.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif, khususnya untuk mengurai kepadatan di jalur utama seperti kawasan Jekulo dan jalur Pantura.

Dari arah Semarang, kendaraan akan dialihkan melalui Simpang Jepang, kemudian melintasi Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, menuju wilayah Sadang hingga Bulung. Selain itu, jalur alternatif lain juga disiapkan dari Perempatan Krawang menuju Tanjungrejo hingga tembus ke Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Jalur alternatif ini kami siapkan untuk mengurai kemacetan, terutama di titik-titik rawan seperti Jekulo dan jalur Pantura,” jelasnya.

Selain rekayasa lalu lintas, Polres Kudus juga mendirikan tiga pos pengamanan di lokasi strategis, yakni Pos Pelayanan Terminal Jati, Pos Terpadu Simpang Tujuh Kudus, dan Pos Pengamanan di SPBU Krawang, Hadipolo.

Di setiap pos tersebut, sekitar 25 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Kesehatan disiagakan selama 24 jam secara bergantian. Mereka tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan layanan bagi pemudik, mulai dari pemeriksaan kesehatan, informasi jalur, hingga fasilitas tempat istirahat.

Dengan berbagai langkah tersebut, kepolisian berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kudus dapat berjalan aman, nyaman, dan minim hambatan. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.