Kapasitas Cukup, PDAM Alihkan Rencana Pembangunan Sumur Baru Untuk Pembenahan Jaringan

oleh -214 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sebanyak 63 sumur milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik Pemerintah Kabupaten Kudus yang kini tengah beroperasi aktif dinilai sudah mencukupi untuk melayani kebutuhan suplai air bagi lebih dari 54 ribu pelanggan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno saat menjelaskan ditundanya rencana pembuatan sumur baru PDAM karena mempertimbangkan kapasitas dan ketersediaan air yang masih mencukupi.

“Dalam upaya efektifitas dan efisiensi anggaran, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembenahan sektor lain yang lebih urgen,” ujar Winarno disela-sela peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan baru PDAM Tirta Muria, Senin (26/06/2023).

Sehingga, Winarno mengaku rencana pembuatan sumur baruyang akan dilakukan di wilayah Kecamatan Jati, ditunda terlebih dahulu. Untuk kemudian dialokasikan untuk kegiatan lain, seperti pembenahan jaringan.

“Rencananya mau dibikin tahun ini, tapi di-pending, karena dari evaluasi air kita masih cukup, kenapa harus bikin invest baru. Justru ini nanti untuk anggaran saya alokasikan di pembenahan jaringan,” tuturnya, Senin, 26 Juni 2023.

Winarno bahkan menyampaikan, dengan kapasitas air dari sumur yang dimiliki saat ini, PDAM Tirta Muria masih bisa menampung 1000 pelanggan baru. Ia pun memastikan bahwa kondisi air aman, meskipun kemarau datang.

“Misalkan kita tambah 1000 pelanggan pun masih aman. Kemarin kesiapan kemarau juga siap,” tandasnya.

Sejauh ini, lanjut Winarno, keluhan warga terhadap ketersedian maupun kualitas air di wilayah Kudus terbilang kondusif dan bahkan tidak ada. Hal ini menandakan bahwa pelayanan yang diberikan mengalami peningkatan.

Di samping itu, pelanggan PDAM Tirta Muria juga dinilai aktif dalam hal komunikasi dan pelaporan bila terjadi kebocoran air. Sehingga, kendala semacam itu bisa ditangani secara vepat dan optimal.

“Untuk kontribusi pelanggan dalam pelaporan kebocoran air ini saya sangat hargai, mereka ikut aktif sehingga pelayanan kita juga bisa bergerak cepat,” tuturnya.

Untuk diketahui, PDAM Tirta Muria Kudus dipatok target pendapatan sebesar Rp 4,5 miliar untuk tahun 2023 ini. Nilai itu naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 4,2 miliar.

“Realisasi pendapatan hingga saat ini, sudah menyentuh angka Rp 2 miliar,” tambahnya.

Winarno pun optimis bisa mencapai target pendapatan yang sudah ditetapkan. Berbagai langkah sudah dipersiapkan. Salah satunya meluncurkan aplikasi Tirta Muria Mobile yang digagas untuk menjadi layanan prima secara online.

Di sampinh itu, pihaknya juga tengah membangun gedung pusat pelayanan yang berada di area PDAM Tirta Muria Kudus. Pembangunan gedung dua lantai ini diketahui menelan anggaran sebesar Rp 5,2 miliar. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.