Kudus, isknews.com – Di usianya yang baru delapan tahun, Kayla Zilvia Azzura dipercaya memimpin 33 rekannya tampil sebagai polisi cilik dalam upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (17/8/2025).
Meski suaranya sempat serak akibat latihan intensif, siswi kelas 3 SDIT Al-Islam Kudus ini tetap lantang memberi aba-aba saat gladi bersih.
Selama tiga pekan terakhir, Kayla bersama teman-temannya menjalani latihan baris-berbaris dan tarian kretek yang menjadi ciri khas Kudus.
“Gerakannya tidak ada yang sulit karena sudah diajarkan. Saya senang banget bisa ikut ini,” ujar Kayla dengan mata berbinar.
Penampilan mereka akan mengenakan kostum merah putih lengkap dengan topi pet dan selempang hitam di pundak.
Aksi polisi cilik ini dipandu langsung oleh pelatih Forum Baris Indonesia (Forbasi), Dwi Wahyu Utomo.
“Karena mereka masih anak-anak, gerakan barisan dibuat sederhana. Konsepnya menyesuaikan HUT RI dan Bhayangkara,” terang Wahyu.
Menurut Wahyu, 34 siswa yang tampil merupakan hasil seleksi ketat dari 75 peserta. Selain fisik, mental dan kemampuan memimpin menjadi pertimbangan.
“Kayla salah satu yang menonjol, sehingga dipercaya memimpin,” katanya.
Selain itu, ketua Forbasi Kudus ini juga menilai Kayla secara kecerdasan bagus, artikulasi dalam memberikan aba-aba, jelas, lantang dan tegas.
“Anak ini memenuhi kriteria yang cukup bagus dalam memimpin pasukan,” tambahnya.
Bagi warga Kudus, hadirnya tarian kretek dalam penampilan ini bukan sekadar hiburan, tetapi simbol jati diri kota yang dikenal sebagai Kota Kretek.
“Tari kretek ini semacam wajib, karena sebagai warga Kudus tentu bangga menyematkan simbol daerahnya,” imbuh Wahyu. (YM/YM)











