Kecamatan Jati Gelar Rakor Hadapi Banjir Di Wilayahnya

oleh -860 kali dibaca
Bupati Kudus HM Tamzil dan Wakil Bupati HM Hartopo saat memimpin Rakor Antisipasi Banjir di Kecamatan Jati Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Antisipasi masuknya musim penghujan dengan curah hujan ekstrem belakangan ini, serta potensi bencana banjir yang menjadi langganan di Kawasan ini, Pemerintah Kecamatan Jati  pagi tadi menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi Penanggulangan Bencana di Alua Kecamatan Jati, Rabu (22/01/2019).

Dipimpin langsung oleh Bupati Kudus, HM Tamzil dan Wakilnya, Hartopo yang juga didampingi Kepala OPD terkait infrastruktur penahan banjir serta BPBD, rakor memerintahkan agar Pemerintah Kecamatan Jati dan Pemerintah Desa di kawasan langganan terlanda banjir untuk menyiapkan sarana dan prasarana (Sarpras) dalam menghadapi situasi banjir.

Dalam rakor diminta kesiapsiagaan pada upaya penyediaan lokasi pengungsian, dapur umum, obat-obatan penunjang dan armada pengangkut korban bencana, yang  perlu disiapkan secara matang. “Angkutan penting dipersiapkan agar para korban bencana banjir tidak perlu berjalan kaki menuju lokasi pengungsian. Bisa segera dikoordinasikan dengan Dinas terkait maupun swasta  untuk pengadaannya,” ujar Bupati Tamzil.

Selain sarpras, pemantauan debit air di Sungai Wulan dan menjalin koordinasi yang intens juga perlu dilakukan. Agar masyarakat lebih siap dalam menghadapi bencana dan kerugian material maupun korban jiwa akibat bencana bisa diminimalisir.

“Kegiatan antisipasi bencana alam diwilayah Kabupaten Kudus harus kita persiapakan semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan kerugian jiwa maupun material. Bendungan logung sudah jadi, semoga dapat mengurangi dampak banjir yang terjadi diwilayah Kecamatan Jati,” ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Tamzil berpesan untuk terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, agar permasalahan sungai bisa segera ditangani. Dan satu hal terpenting, yakni jangan membuang sampah ke sungai.

Camat Jati, Andreas Wahyu pada kesempatan tersebut mengatakan di kecamatannya ada 4 desa yang masuk kedalam daerah rawan banjir yakni Desa Jetiskapuan, Tanjungkarang, Jati Wetan dan Pasuruhan Lor. Menghadapi musim penghujan dan acaman banjir, dia menegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan Balai Desa Jati Wetan sebagai lokasi pengungsian.

“Jika ada musibah banjir, para korban bisa mengungsi ke Balai Desa Jati Wetan. Disana telah dilengkapi dapur umum dan mandi cuci kakus (MCK). Nanti juga akan diberikan obat-obatan dan bantuan makanan maupun pakaian,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan monitor sungai wulan dan kerja bakti untuk mengantisipasi musibah banjir. Bahkan pipa penyedot air sudah disiapkannya untuk menyedot air banjir di dukuh Tanggulangin dan mengalirkannya ke Sungai Wulan (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.