Kejar Monetisasi, Akun FB “Kang Momon” Warga Kaliwungu Sebar Hoaks Teror Pocong di Kudus

oleh -2170 Dilihat
Admin akun facebook "kang Momon" SL (45) diamankan Polres Kudus setelah diduga menyebarkan konten hoaks tentang teror pocong yang sempat viral dan membuat masyarakat resah. (foto: istimewa/Polres Kudus)

Kudus, isknews.com – Upaya mencari keuntungan dari media sosial justru menyeret seorang warga Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, ke ranah hukum. Pria berinisial SL (45) diamankan Polres Kudus setelah diduga menyebarkan konten hoaks tentang teror pocong yang sempat viral dan membuat masyarakat resah.

SL diamankan personel Satintelkam Polres Kudus pada Minggu (24/5/2026) usai polisi melakukan patroli siber dan menelusuri akun Facebook bernama “Kang Momon” yang beberapa kali mengunggah narasi kemunculan pocong di wilayah Kudus.

Kasatintelkam Polres Kudus, AKP Krisbiyantoro mengatakan, unggahan tersebut tidak memiliki dasar informasi yang jelas dan terbukti merupakan kabar bohong.

“Dari hasil klarifikasi, yang bersangkutan mengakui mengunggah konten tersebut melalui akun Facebook miliknya,” ujar AKP Krisbiyantoro dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Setelah melakukan penelusuran, polisi mendatangi rumah SL di Kecamatan Kaliwungu. Saat diperiksa, pelaku mengakui seluruh unggahan mengenai pocong dibuat menggunakan telepon genggam pribadinya.

Kepada petugas, SL mengaku memperoleh foto dan narasi pocong dari beranda Facebook milik pengguna lain. Konten tersebut kemudian diunggah ulang demi menarik perhatian warganet.

“Motifnya untuk menarik keuntungan dari monetisasi konten melalui Facebook Pro,” jelasnya.

Usai diamankan, SL dibawa ke Polres Kudus untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan, ia mengakui informasi yang disebarkan tidak benar dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat Kudus atas keresahan yang ditimbulkan akibat postingan saya tersebut. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ucap SL.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Kudus, Kompol Eko Pujiyono mengatakan pihaknya terus meningkatkan patroli malam hingga dini hari, termasuk patroli siber untuk mengantisipasi penyebaran berita bohong yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Kompol Eko.

Menurutnya, penyebaran hoaks dapat memicu keresahan masyarakat dan berdampak terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Jika menemukan informasi mencurigakan atau belum terverifikasi, masyarakat diharapkan segera melakukan pengecekan dan tidak langsung menyebarkannya,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.