Kemenag Kudus Deklarasi Komitmen Madrasah Aman dan Sehat

oleh -888 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus melakukan deklarasi komitmen Madrasah Aman dan Sehat yang diikuti seluruh jajaran perwakilan RA, MI, Mts serta MA negeri dan swasta pada Jumat (15/6/2024) di Hotel griptha Kudus. Kegiatan tersebut langsung dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Musta’in Ahmad.

Pihaknya bersyukur bahwa Madrasah makin hari itu prestasinya makin bagus, termasuk suasana atau kondisi bonus demografi juga era kepemimpinan berpengaruh, maka pengelolaan terhadap generasi muda dalam hal ini siswa-siswi perlu ditingkatkan.

“Madrasah itu harus lebih cermat, maka apa yang sekarang sebenarnya sudah jalan bagus ya dilanjutkan, ada madrasah ramah anak, madrasah inklusi (ramah disabilitas ) dan sebagainya itu kita kemas dalam bungkus besar, Madrasah Aman dan Sehat,” kata Musta’in Ahmad kepada wartawan.

Nantinya, lanjut Musta’in, madrasah merumuskan langkah-langkahnya untuk memastikan apa yang sudah ada ini berjalan dengan baik, jadi ini semacam kode gerakan dan misalnya begini ya, misalnya polisi biasanya ngatur keamanan, ngatur elancaran lalu lintas, tapi mereka sata lebaran bikin kode, ketupat candi, tidak serta merta merubah, kita juga begitu, artinya apa ayo lebih serius lagi merubah ini dan itu, kita lebih aware lagi, lebih peduli lagi.

Musta’in menambahkan, deklarasi itu bagian dari peneguhan komitmen Madrasah Aman dan Sehat. Gerakan itu untuk mencegah dan mengantisipasi permasalahan di lingkungan madrasah.

Musta’in menjelaskan, segala bentuk kekerasan yang ada di madrasah perlu diantisipasi. Termasuk melakukan mitigasi berbagai persoalan yang muncul. Menurutnya, hal itu menjadi esensi utama dari deklarasi madrasah aman dan sehat.

”Harapannya (dengan deklarasi madrasah aman dan sehat) agar semuanya semakin aware terhadap fenomena di lingkungannya masing-masing. Terutama pada hal-hal yang menyimpang, segera mengambil Tindakan,” ujar Musta’in.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kudus, Suhadi menjelaskan, deklarasi tersebut diikuti semua Kepala RA, MI, Mts, dan MA, baik swasta maupun negeri yang semuanya berjumlah 320 orang,

Dia menandaskan, Program ini sudah lama diagendakan namun menyesuaikan waktu bakap kepala kanwil,

Tujuannya untuk memastikan semua madrasah berusaha untuk membuat aman dan sehat, di madrasah masing-masing,

“Semuanya lembaga madrasah, kami berharap tetap aman dari kekerasan, bullying sehat semaunya, sehat administrasi, sehat fisik, sehat lingkungan dan lainnya,” tandasnya.

Sementar terkait kasus yang baru saja terjadi, pihaknya terus dan perlu melakukan pengawasan, hal itu menurutnya bagian dari kecelakaan, padahal kami sudah melakukan edukasi rutin ke sekolah maupun pesantren,

“Ya kita sudah berusaha selama ini mengedukasi, namun yang Namanya kecelakaan ya apa boleh buat, itu kasus, dan Kemenag tidak membenarkan kejadian tersebut, semiag tidak terulang kembali,” harapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :