Ketua DPRD Kudus Soroti Minimnya Logistik Pengungsi, Dorong BPBD Segera Ajukan Dana TT

oleh -545 Dilihat
Ketua DPRD Kudus Masan saat meninjau kondisi logistik pengungsi banjir di Kantor DPRD Kudus, Senin (19/1/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.comKetua DPRD Kudus Masan menyoroti minimnya ketersediaan logistik bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung kondisi logistik di Kantor DPRD Kudus, Senin (19/1/2026).

Masan menyebut, stok logistik yang tersedia saat ini tergolong sangat terbatas untuk ukuran penanganan bencana skala kabupaten.

“Kalau dilihat, logistiknya sudah sedikit sekali untuk melayani satu kabupaten yang hari ini terdampak bencana,” ujarnya.

Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, Masan menilai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus perlu segera mengajukan anggaran tambahan, baik melalui dana tidak terduga (TT) maupun skema lain yang memungkinkan.

“Kalau cuaca masih seperti ini, menurut saya BPBD harus segera mengajukan anggaran. Apakah nanti menggunakan dana TT atau mekanisme lain,” tegasnya.

Ia mengakui, bantuan dari perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) selama ini cukup membantu. Namun, menurutnya bantuan tersebut kerap tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak para pengungsi.

“Kadang CSR itu banyak, tapi kebutuhannya tidak selalu sesuai. Misalnya hari ini yang dibutuhkan pengungsi itu obat gatal, salep, minyak kayu putih, obat-obatan ringan seperti itu,” jelas Masan.

Ia menambahkan, obat-obatan tersebut belum sepenuhnya tersedia karena layanan kesehatan dari dinas terkait hanya sebatas pemeriksaan dan pemberian obat tertentu.

“Dinas kesehatan itu memeriksa dan memberi obat, tapi untuk kebutuhan seperti minyak kayu putih, minyak angin, salep gatal, itu tidak ada,” katanya.

Menurut Masan, kondisi tersebut harus menjadi evaluasi bersama ke depan, khususnya dalam pengalokasian anggaran kebencanaan. Ia menekankan bahwa BPBD memiliki peran vital saat bencana sehingga harus didukung ketersediaan logistik yang lengkap.

“Yang kita hadapi ini orang yang sedang susah, orang yang lapar. Jiwa melayani itu harus benar-benar keluar. Urusan administrasi bisa berjalan beriringan, tapi kebutuhan publik harus diselesaikan terlebih dahulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD Kudus telah berupaya maksimal membantu para pengungsi, salah satunya dengan menyediakan dapur umum 24 jam di lingkungan DPRD.

“Makan kita sediakan 24 jam, jadi tidak ada rebutan. Kopi, teh, mie instan juga tersedia setiap saat. Ini untuk mengurangi beban pengungsi,” ungkapnya.

Selain kebutuhan logistik, DPRD juga memberikan dukungan psikososial berupa trauma healing, seperti nonton bareng hingga hiburan musik bersama, agar kondisi mental warga tetap terjaga.

“Mereka ini tidak hanya susah karena banjir, tapi juga karena lahan pertanian yang hampir panen, sekitar 2.000 hektare, ikut terdampak. Jadi beban mereka sangat berat,” jelas Masan.

Ia berharap ke depan kebutuhan logistik non-makanan seperti perlengkapan kesehatan, kebutuhan bayi, hingga lansia dapat benar-benar diprioritaskan agar para pengungsi tidak pulang dalam kondisi sakit.

“Jangan sampai mereka pulang masih sakit. Itu malah menambah masalah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko menjelaskan bahwa kebutuhan logistik non-makanan seperti salep, minyak kayu putih, minyak angin, pembalut wanita, serta popok bayi dan lansia sebenarnya sudah terpenuhi.

“Kemarin sudah kami drop semua. Ada bantuan dari beberapa perusahaan. Pembalut, popok bayi maupun lansia sudah ada,” jelas Eko.

Ia menyebut, saat ini BPBD masih memiliki sisa logistik yang cukup untuk beberapa hari ke depan, meskipun sebagian bantuan sebelumnya hanya disiapkan untuk kebutuhan tiga hari.

“Untuk logistik luar perut itu bisa mencukupi sampai satu bulan. Sedangkan kebutuhan dapur umum, baik logistik basah maupun kering, saat ini aman,” ungkapnya.

Eko juga menyampaikan bahwa hingga kini BPBD Kudus belum mengajukan penggunaan dana tidak terduga karena masih adanya partisipasi aktif dari masyarakat dan perusahaan.

“Selama kepedulian masyarakat dan perusahaan masih terus mengalir, kami belum menggunakan dana TT. Tapi kalau nanti sudah mentok, tentu akan langsung kami ajukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah titik pengungsian juga telah mulai ditutup seiring surutnya genangan banjir di beberapa wilayah.

“Secara umum kondisi logistik saat ini masih aman, termasuk matras dan kebutuhan dapur umum. Bantuan dari BNPB juga sudah kami terima,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.