Koalisi 3 Partai gabungan Resmi Umumkan Pembentukan Fraksi ANHD DPRD Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Target batas tanggal terakhir yang diberikan oleh Ketua sementara DPRD Kudus, Masan untuk pembentukan fraksi-fraksi di DPRD Kudus paska pelantikan akhirnya terselesaikan sudah. Pemberian tenggat batas waktu ini di berikan terutama untuk partai politik yang perolehan jumlah kursinya kurang dari empat sehingga secara regulasi, harus berkoalisi karena untuk pembentukan fraksi minimal terdiri dari empat kursi.

Pagi tadi secara resmi, bertempat di Rumah Dinas DPRD Kudus, tiga partai politik yakni PAN, Hanura, dan Demokrat mengumumkan pembentukan koalisi untuk membentuk fraksi gabungan di DPRD Kabupaten Kudus. Fraksi hasil koalisi ketiga partai tersebut dinamakan Fraksi Amanat Nasional Hanura Demokrat (FANHD).

4 orang anggota Fraksi ANHD DPRD Kudus dari kiri Adrian Fernando (bendahara) dari Demokrat, Sutriyono dari Hanura (ketua), Endang Kursistiyani (sekretaris) dan Budiyono dari PAN saat gelar jumpa pers di Rumah Dinas DPRD Kudus (Foto: YM)

Ketua Fraksi Amanat Nasional, Hanura, dan Demokrat (FANHD) Sutriyono dalam keterangan persnya di depan awak media mengatakan, sesuai ketentuan batas minimum kursi untuk membentuk fraksi mandiri adalah empat kursi. Sementara Hanura hanya meraih dua kursi, Demokrat dua kursi, dan PAN tiga kursi.

TRENDING :  Peringati HUT Kemerdekaan RI, Gereja Bethel Kudus Gelar Refleksi Keberagaman

”Karena tak bisa mandiri, kami bergabung jadi satu dengan nama FANHD. Sehingga ada tujuh anggota. Dan kebetulan yang ditunjuk menjadi Ketua Fraksi adalah saya,” kata Sutriyono, Jumat (06/09/2019).

Dalam keterangan pers yang juga dihadiri Budiyono dan Endang Kursistiyani dari dari PAN, serta Adrian Fernando dari Demokrat, Sutriyono mengatakan, selain memiliki kursi kurang dari empat, pertimbangan lain koalisi yang dibangun ini tak lain adalah kesamaan visi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Meski berasal dari tiga partai yang berbeda platform, namun Sutriyono optimistis Fraksi ANHD akan mampu memberi warna tersendiri bagi dinamika perpolitikan di DPRD Kudus.

TRENDING :  Kapolres Kudus Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh-Candi 2019

“Yang jelas, dengan jumlah anggota tujuh orang, kami optimistis Fraksi ANHD bisa berbicara banyak terutama untuk memperjuangkan aspirasi konstituen yang telah memilih kami,” tambah Endang, selaku Sekretaris Fraksi.

Endang juga mengatakan, secara internal pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan terkait komposisi distribusi keanggotaan dalam Alat Kelengkapan DPRD (AKD) seperti Komisi atau Badan. Meski, belum capai pada tahapan final, namun secara proporsi, komposisi tersebut sudah disepakati di tingkat pengurus partai.

“Kalau di tingkatan partai, jatah tentang siapa yang akan ditugaskan mengisi AKD yang ada sudah selesai. Tinggal penentuan nama-namanya saja,”kata Endang.

Dengan jumlah keanggotaan mencapai tujuh orang, Fraksi ANHD saat ini menjadi salah satu fraksi besar di DPRD Kudus. Fraksi ANHD hanya kalah jumlah anggota dari PDIP yang memiliki 8 kursi, serta memiliki jumlah anggota sama dengan peringkat kedua PKB.

TRENDING :  Operasi Patuh Candi 2019 Satlantas Polres Kudus Jaring Ribuan Pelanggaran

Dengan jumlah anggota yang cukup banyak, menurut Sutriyono, pihaknya akan berusaha menempatkan anggotanya untuk bisa menduduki jabatan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan yang ada

“Ya tentu kami akan berusaha untuk bisa menempatkan anggota kami sebagai pimpinan AKD. Sebab, bisa dikatakan fraksi kami memiliki jumlah anggota banyak,”katanya.

Harapan Sutriyono ini tersebut nampaknya akan mendapat tantangan yang cukup berat. Pasalnya, saat ini rumor yang berkembang, posisi pimpinan AKD di DPRD Kudus baik pimpinan Komisi, Badan Kehormatan dan Badan Pembentukan Perda, nampaknya akan dikuasai oleh empat partai peraih kursi terbanyak yakni PDIP, PKB, Golkar dan Gerindra. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :