Konfercab IX SPSI Kudus Terancam Gagal, Hanya Diikuti 4 Federasi

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah anggota KSPSI Kudus yang menamakan dirinya Tim Penyelamat KSPSI Menganggap pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) IX Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang akan digelar di Taman Sardi Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus, banyak di intervensi oleh perusahaan.

Achmad Fikri, Humas Tim mengatakan, Konfercab yang akan dilakukan KSPSI dinilai pihaknya belum tiba masanya. Sebab Konfercab tersebut belum memenuhi syarat sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2000.

Untuk melakukan konfederasi KSPSI sesuai regulasi organisasi minimal harus diikuti oleh sedikitnya 5 federasi. Sedangkan jumlah federasi yang akan mengikuti Konfercab KSPSI tahun ini dipastikan hanya 4 federasi saja.

“Tentu saja proses ini akan cacat hukum dan berpotensi akan timbul gejolak dalam roda organisasi. Sebelumnya total federasi dalam KSPSI sebenarnya ada 12. Hanya saja, yang diakui oleh mereka dan menjadi peserta Konfercab dieliminasi hanya 6 federasi,” ungkapnya.

Sejumlah pengurus Federasi dalam KSPSI Kudus yang menamakan dirinya Tim Penyelamat KSPSI (Foto; istimewa)

Namun belakangan dalam rapat yang digelar di kantor SPSI kemarin, 2 federasi yang lain juga ikut mundur.

“Sedangkan 8 federasi lainnya tidak diakui karena menurut mereka memiliki kurang persyaratan administrasi,” ujarnya.

Bila memang ada Konfercab, pihaknya berharap semua federasi bisa diikutkan. Seperti periode sebelumnya.

“Soal kekurangan persyaratan administrasi, itu nanti justru akan menjadi PR bagi kepengurusan berikutnya,”. ungkapnya.

Fikri mengungkapkan Konfercab ini dilakukan setelah Wiyono, Ketua KSPSI Kudus mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah federasi. Sebab dalam masa kepemimpinannya dia sempat melaporkan 8 perusahaan di Kudus yang tidak memperkerjakan tenaga outsourcing sebagaimana ketentuan yang ada.

“Temuan itu, mendapat tanggapan dari pengawas tenaga kerja Jawa Tengah. Dari temuan itu, dia mendapat evaluasi dari perusahaan dan buntutnya mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah federasi,” kata Fikri.

Fikri menuturkan saat ini pihaknya berharap Muscab tersebut batal dilaksanakan. Namun, jika empat federasi tersebut masih menghendaki adanya Konfercab. Pihaknya tidak segan melaporan hal ini ke meja hijau, untuk dilakukan pengujian kelayakannya secara hukum.

“Kami berharap, KSPSI tetap menjadi organisasi dari buruh oleh buruh dan untuk buruh. Tidak ada campur tangan perusahaan,” tegas dia.

Terpisah, Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Apindo Kudus, Bambang Sumadiono yang menjadi salah satu anggota federasi dalam Konfercab besok.

“Dalam diskusi yang dilakukan dengan Disnaker Kudus harus dilakukan secara sah,” kata Bambang.

Lalu serikat pekerja anggota (SPA) yang tidak terakomodir atau tereliminir, pada pengurusan baru harus difungsikan sebagaimana mestinya.

“Kami berharap kedepan semua SPA yang ada di KSPSI bekerja, jadi tidak mandul,” katanya.

Dia menegaskan, Konfercab ini dijalankan tanpa adanya tekanan dari perusahaan. “Tidak ada tekanan apapun dari perusahaan,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya berharap kegiatan Konfercab harus dilakukan secara sah.

“Dengan begitu, kedepan tidak lagi menimbulkan permasalahan hukum dan legalitas organisasi,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :