Kudus, isknews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 yang digelar di halaman kantor KPU, di Ganesha 4 Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Diikuti oleh seluruh anggota komisioner, staf KPU, Panitia Pemilih Kecamatan se Kudus dan juga disaksikan oleh Bawaslu Kudus, Minggu (31/03/2019).

“Tujuannya
simulasi ini untuk memastikan penyelenggara di tingkat PPS dan KPPS sesuai
dengan perundang-undangan. Kedua, agar masyarakat mengetahui seberapa jauh
situasi di TPS dan menggunakan hak pilihnya,” kata Naily Syatifah, kettua KPU Kudus di lokasi di sela-sela
simulasi.
“Hari ini KPU melakukan simulasi,
mudah-mudahan simulasi ini bisa merepresentasikan kejadian pemungutan suara
sesungguhnya di TPS,” kata Ketua KPU Kudus,
Nantinya, hasil simulasi ini digunakan sebagai bahan
evaluasi. “dari simulasi itu, KPU yakin seorang pemilih
bisa menyelesaikan pencoblosan 5 buah kartu suara dalam 45 detik saja,” kata
dia.
Dalam simulasi ini, KPU Kudus menggunakan standar yang
akan digunakan sesuai pemungutan dan perhitungan suara yang nanti dilaksanakan
pada 17 April 2019.
Naily menambahkan, simulasi ini sama persis dengan aslinya. Sekitar Pukul 07.00 WIB para pemilih mulai berdatangan ke area TPS.
“Simulasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemilih pemula hingga pemilih yang berusia diatas 60 tahun dan kaum difabel, yang mana diarahkan langsung ke meja daftar hadir pemilih dan selanjutnya melakukan pemeriksaan seperti penyesuaian KTP dan formulir C6, apakah sesuai dengan DPT atau tidak, lalu jari-jari tangannya pun diperiksa,” katanya.
Masih menurutnya, simulasi diselenggarakan melibatkan jajaran panitia pemilihan kecamatan (PPK), Panwas seluruh Kudus. “Supaya mereka bisa sama-sama mengetahui hari H seperti apa. Mulai dari awal pembukaan kotak, sampai dengan proses penghitungannya,” kata dia.
Dengan diadakan simulasi, KPU berharap agar semua yang terlibat bisa memahami dan mereka bisa memperkirakan estimasi waktu baik saat pemungutan, maupun penghitungan suara.
Dalam simulasi KPU telah menyesuaikan perlengkapannya sama persis dengan hari H. Pantauan di lokasi, peserta terlihat antre menunggu namanya dipanggil di barisan TPS. Ada empat bilik pencoblosan.
Setelah itu, pemilih harus tanda tangan kedatangan dengan
formulir C7 yang disesuaikan dengan jenis kelamin.
Pemilih juga menerima nomor urut panggilan, namun pemilih harus menunggu giliran pencoblosan di tempat yang sudah disiapkan.
Kemudian mereka mencoblos di bilik suara dan memasukkan kertas suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara sesuai dengan warna.
“Simulasi ini bertujuan mengecek kesiapan dari penyelengara pemilu khususnya teman-teman KPPS dan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan waktu yang dibutuhkan setiap tahapan-tahapan pemungutan dan perhitungan suara,
Sementara itu, Komisioner KPU Kudus, Achmad Cholil, menegaskan berdasarkan perhitungan waktu yang dipakai pemilih di TPS, diketahui pemilih muda kondisi normal hanya membutuhkan waktu 45 detik untuk membuka, mencoblos hingga melipat kembali 5 kartu suara
“Pemilih berusia tua 2 menit, difabel 2,3 menit dan usia muda 45 detik,” sebutnya.
Anik Mahiroh, peserta difabel, mengaku saat simulasi tidak menemui kendala. “Simulasinya lancar. Tidak ada halangan apapun. Tadi juga didahulukan,” kata dia. (YM/YM)









