Kualitas Air Baku Buruk, Sumur Produksi PDAM Jepangpakis Tak Beroperasi

oleh

Kudus, isknews.com – Temuan dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus terkait tak berfungsinya sumur produksi di Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kudus, dijelaskan oleh Direktur teknik Yan Laksmana, dia membenarkan memang benar ada masalah dengan operasi sumur produksi yang dibangun pada tahun 2014 tersebut.

Namun menurutnya kendala operasional sumur tersebut bukan pada konstruksi ataupun motor penggeraknya, menurutnya lebih pada kualitas air baku yang ada di sumur produksi tersebut.

“Di sumur produksi itu saat ini kandungan lumpur lendutnya tinggi sehingga tak bisa memenuhi baku mutu kualitas air bersih, sehingga harus kami lakukan penanganan lebih dahulu,” kata Yan Laksmana di kantornya, Selasa (16/09/2020).

Menurutnya penonaktifan sementara operasional di sumur produksi tersebut tidak mengganggu distribisi suplai air di wilayah selatan (Undaan). Pihaknya berusaha menyuplai air dari sumur produksi substutsi atau pengganti.

Sumur produksi PDAM Kudus di Desa Jepangpakis, Kecamatan Mejobo, yang kini mangkrak tak beroperasi (Foto: YM)

“Justru apabila ini kami operasikan akan berdampak pada kerusakan motor penggeraknya dan residu kerak di perpipaan akibat kandungan besi yang tinggi. Kami harus melakukan flashing atau pengurasan untuk pembersihan kualitas tanah lendut yang berasal dari sumur produksi itu,” ujarnya.

Yan belum bisa memastikan kapan sumur tersebut beroperasi kembali mengingat untuk memperbaiki kualitas air dari tanah lendut diperlukan waktu yang cukup lama.

Dari pantauan media ini, saat melihat lokasi berada di sumur produksi Jepang Pakis. Kondisi sumur yang ditutup pagar bergembok dengan unit genset yang berada diluar pagar, kini terlihat mangkrak akibat lama tak beroperasi.

Sejauh ini kata Yan, PDAM telah melakukan uji kualitas air bersih di seluruh sumur produksinya secara berkala 6 bulan sekali untuk mengetahui kelayakan simber air bakunya.

Bahkan menurutnya, untuk kualitas air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan kami lakukan uji kualitas air setiap bulan sekali bekerjasama dengan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) Kudus tiap sebulan sekali.

“Kami lakukan sampling uji petik dari beberapa kran pelanggan, dengan standar baku mutu kualitas air minum yang standarnya lebih ketat diatas baku mutu kualitas air bersih,” tandas Yan. (YM/YM)



KOMENTAR SEDULUR ISK :