Kudus Berangkatkan 1.416 Calon Jemaah Haji, Termuda 18 Tahun, Batal Berangkat 2

oleh -121 Dilihat
Para jemaah haji kloter 47 asal Kudus bersiap menaiki bus menuju Asrama Haji Donohudan dengan pengawalan ketat. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Musim haji 2025 menjadi momen istimewa bagi 1.416 calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang secara bertahap diberangkatkan menuju Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, calon jemaah termuda berusia 18 tahun dan yang tertua berusia 87 tahun. Namun, dua jemaah dipastikan batal berangkat karena meninggal dunia dan mengalami kecelakaan.

Pemberangkatan calon jemaah dilakukan secara bertahap, dengan pengawalan ketat dan kesiapan matang dari berbagai pihak. Pada Senin pagi (13/5/2025), sebanyak 62 jemaah dari kloter 46 lebih dulu diberangkatkan pukul 05.19 WIB. Disusul kloter 47 yang berisi 356 jemaah pada siang harinya.

Pelepasan jemaah haji dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani, Wabup Bellinda, didampingi Kepala Kemenag Kudus Suhadi, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P4H) JHK-IPHI Kudus Deka Hendratmanto, dan jajaran terkait lainnya.

Bupati Sam’ani mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “Terima kasih kepada panitia, pendamping, dan juga PT Sukun yang telah mendukung dengan perlengkapan seperti kaos, sarung, mukena, dan peci bagi para jemaah. Ini bentuk semangat kebersamaan kita,” katanya.

Ketua P4H JHK-IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menjelaskan bahwa kloter 47 terdiri dari 353 jemaah dan tiga petugas pendamping. Kloter ini awalnya hanya diisi jemaah dari Kudus, namun ada penyesuaian karena adanya sisa kuota dari Kabupaten Jepara. Sebanyak 71 seat dari Jepara dialihkan ke Kudus dan daerah sekitarnya.

“Sebanyak 62 jemaah dari KBIHU Arrokhman Mabrur Kudus dan 9 orang dari kloter bawah ikut masuk kloter 47. Pengaturan ini sudah sesuai ketentuan pemerintah, termasuk kewajiban satu syarikat untuk satu kloter,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kudus, Suhadi, menegaskan bahwa seluruh jemaah telah disiapkan dengan baik, termasuk pengawalan, tim kesehatan, dan perlengkapan medis. Sebanyak 31 jemaah lansia mendapat prioritas keberangkatan tahun ini.

“Untuk jemaah risiko tinggi telah kami beri pendampingan khusus. Obat-obatan juga sudah disiapkan sejak dari daerah,” ungkapnya.

Namun demikian, ada dua jemaah yang dipastikan tidak dapat berangkat. “Satu jemaah meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami patah tulang karena kecelakaan. Masih kami pantau kondisinya, bila memungkinkan, yang bersangkutan bisa menyusul,” tambah Suhadi.

Dengan jumlah jemaah terbesar dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :