Kudus Sambut Famtrip Jateng On The Spot, Targetkan Wisata Religi Naik Level

oleh -169 Dilihat
Penyambutan familiarization trip (famtrip) dalam program Jateng On The Spot 2025, Selasa malam (29/7/2025), di Aula Graha Muria, Colo, Kecamatan Dawe. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus menyambut peserta familiarization trip (famtrip) dalam program Jateng On The Spot 2025, di Aula Graha Muria, Colo, Kecamatan Dawe. Lewat momentum ini, Kudus menargetkan wisata religi yang selama ini dominan di segmen menengah ke bawah dapat naik kelas dan menjangkau pasar premium.

Pelaksana Harian (Plh) Djatmiko Muhadi menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kudus sebagai tuan rumah ramah tamah peserta famtrip. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring pariwisata dan mendorong peningkatan kualitas layanan wisata religi.

“Sebagai tuan rumah, kami menyambut baik kedatangan para pelaku wisata dari Jawa Timur. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa wisata religi di Kudus tidak hanya punya nilai spiritual, tetapi juga potensi besar sebagai destinasi premium,” ungkap Mutrikah.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi langsung kepada biro perjalanan agar potensi wisata religi Kudus dapat dikemas dalam paket-paket yang lebih menarik dan bernilai tambah.

“Harapannya, setelah kegiatan ini, para pelaku wisata bisa menyusun paket religi yang lebih variatif, menjangkau segmen pasar yang lebih luas, termasuk menengah ke atas,” tambahnya.

Para pelaku wisata di Kudus menyambut baik dan dengan senang hati berkolaborasi baik dari HPI,PHRI,Apita,PPW Nusantara memberikan pelayanan sesuai reques dari owner owner biro travel anggota ASSPI Jatim.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata pasca pandemi. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Endro Wicaksa, ST, MBM, menyebut tahun 2027 telah dicanangkan sebagai tahun pengembangan pariwisata Jawa Tengah, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan.

“Wisata religi punya potensi besar, namun perlu dikembangkan agar bisa bersaing di segmen premium. Ini mencakup peningkatan infrastruktur, hospitality, hingga pengalaman wisata yang lebih berkelas,” kata Endro.

Peserta famtrip kali ini berasal dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Timur, yang membawa sekitar 20 pelaku usaha tour dan travel. Mereka diajak menelusuri destinasi religi di Semarang, Demak, Kudus, dan Jepara selama tiga hari dua malam.

Ketua DPD ASPPI Jawa Timur, Eko Mujiono, mengapresiasi inisiatif Disporapar Jateng dan Disbudpar Kudus. Ia menyebut pengalaman langsung ke destinasi sangat penting untuk merancang produk wisata yang relevan dengan kebutuhan pasar.

“Kami melihat peluang besar di Kudus, terutama untuk menarik wisatawan dari Jawa Timur yang punya kedekatan budaya. Ke depan, layanan dan fasilitas perlu ditingkatkan agar bisa menjangkau segmen premium,” ujar Eko.

Ia berharap dari hasil famtrip ini, para pelaku wisata bisa menjalin kerja sama dengan stakeholder lokal, sekaligus memasarkan paket wisata religi yang lebih eksklusif ke pasar masing-masing. (AS/YM)