Kudus, isknews.com – Kegiatan kunjungan edukatif dari sejumlah taman kanak-kanak (TK) mewarnai aktivitas di Kantor Perpustakaan Kudus, Kamis (9/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal lingkungan perpustakaan sekaligus mengikuti berbagai program literasi yang menyenangkan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus, Mutrikah melalui Penata Operasional Kantor Perpustakaan Kudus, Novianti Safitri, menjelaskan bahwa kunjungan sekolah biasanya diawali dengan pengajuan surat resmi dari pihak sekolah. Setelah itu, pihak perpustakaan menyiapkan rangkaian kegiatan yang terstruktur bagi para siswa.
“Untuk kunjungan hari ini dari TK Ardi, kami ajak berkeliling mulai dari gedung A, B, C hingga D. Tujuannya untuk mengenalkan lingkungan perpustakaan kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya saat diwawancarai.
Selain berkeliling, para siswa juga diajak menonton film edukasi yang ditayangkan di Gedung B. Film tersebut mencakup berbagai tema, mulai dari kesehatan anak hingga edukasi tentang pentingnya menghindari perilaku bullying.
“Di Gedung B ada film edukasi kesehatan dan juga edukasi untuk anak-anak, termasuk tentang anti-bullying. Harapannya anak-anak bisa memahami nilai-nilai positif sejak kecil,” tambah Novianti.
Kegiatan dilanjutkan di Gedung D yang merupakan ruang khusus anak. Di lokasi tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk membaca buku dengan suasana yang ramah anak dan menyenangkan.
Tak hanya itu, kegiatan juga melibatkan kolaborasi dengan komunitas Read Aloud. Dalam sesi ini, anak-anak diajak mendengarkan cerita, mengikuti permainan ringan seperti ice breaking, hingga aktivitas interaktif lainnya yang bertujuan meningkatkan minat baca.
Sementara itu, salah satu guru dari TK Ardi di wilayah Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus, Windy, menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan perpustakaan menjadi agenda rutin yang dinantikan oleh siswa.
“Kami membawa sekitar 9 sampai 10 kelas untuk mengikuti kegiatan ini. Anak-anak sangat antusias karena bisa belajar sambil bermain,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya sering dilakukan di berbagai lokasi wisata edukasi. Namun, kunjungan ke perpustakaan dinilai memberikan pengalaman berbeda karena lebih menekankan pada literasi dan pengenalan dunia buku sejak dini.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan minat baca anak-anak dapat tumbuh, sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan. (AS/YM)







