Kudus, isknews.com – Kunjungan perdana Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kudus ke kader Madrasah Pertanian di tiga PAC menunjukkan hasil menggembirakan. Para kader yang selama ini mengikuti pelatihan pemanfaatan pekarangan dan lahan sempit kian antusias dalam mengembangkan kemampuan bertanam mereka.
Kunjungan pemantauan ini dilakukan di PAC Jati, PAC Kaliwungu, dan PAC Gebog. Total ada 33 titik yang dikunjungi, masing-masing 7 titik di PAC Jati, 10 di PAC Kaliwungu, dan 16 titik di PAC Gebog. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari para kader.
Ketua LPPNU Kudus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan kader mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan. Hasilnya pun cukup mengejutkan, karena sebagian kader ternyata sudah memiliki keterampilan bertani, sementara lainnya mulai jatuh cinta pada aktivitas menanam setelah mengikuti pembinaan.
“Dari kunjungan ini, kami bisa melihat kemampuan kader yang beragam. Ada yang memang sudah mahir, ada yang hanya sekadar mencoba, bahkan ada yang awalnya tidak suka bertani tetapi kini justru sangat menikmati prosesnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan kepada kader tidak hanya meningkatkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan pentingnya menghasilkan pangan sehat. Pasca pelatihan, mentor menekankan bahwa tanpa sadar masyarakat kerap menyajikan ‘racun’ dari bahan kimia pada makanan sehari-hari. Hal ini semakin memotivasi kader untuk fokus pada pertanian organik.
Dalam kunjungan tersebut, para kader juga menyampaikan manfaat besar dari penggunaan produk LPPNU Kudus, seperti Media Tanam (METAN), Pupuk Dasar (Pukdas), dan Pupuk Organik Cair (POC). Salah satu yang paling membantu adalah nutrisi tanaman GREEN FLAG yang telah dilengkapi kebutuhan Nitrogen, Fosfor, dan Kalium sehingga mempermudah proses budidaya.
“Alhamdulillah, berkah pupuk produk LPPNU Kudus, menanam yang dulu saya anggap sulit ternyata sangat mudah. Semua kebutuhan tanaman sudah lengkap dalam GREEN FLAG,” ungkap salah satu kader.
LPPNU Kudus berharap gerakan pemanfaatan pekarangan ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menjadi modal kemandirian ekonomi organisasi. Dengan keahlian bertanam, kader dapat meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.
“Kami ingin kader menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang ada. Dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, kami yakin kemandirian pangan dan ekonomi dapat tercapai,” tambah Ketua LPPNU Kudus.
Program ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli pada pangan sehat serta pemanfaatan lahan sempit secara produktif. Semoga langkah ini membawa keberkahan dan manfaat bagi banyak pihak. (AS/YM)







