, ,

Pura Group Fasilitasi Ormas di Kudus Simulasi Tanggap Bencana Kebakaran

oleh -1,026 kali dibaca
Berlokasi di Balai Jagong Kudus, Sabtu (25/5/2024), PT Pura Group mengadakan pelatihan pemadaman kebakaran kepada anggota organisasi masayarakat (ormas).

Kudus, isknews.com – PT. Pura Group telah memfasilitasi seratusan organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Kudus pada Sabtu (25/5/2024) pagi, untuk dilatih cara melakukan pemadaman api pada situasi kebakaran.

Mereka dilatih secara langsung para petugas pemadam kebakaran dari PT Pura Group yang sudah memiliki keahlian khusus.

Direktur HR & GA PT Pura Group Agung Subani mengatakan, jika pelatihan tersebut untuk memfasilitasi inisiasi dari rekan ormas di Kudus dalam rangka menghadapi musim kemarau,

Diketahui, Potensi bencana kian dekat dengan masyarakat. Di Kabupaten Kudus misalnya, saat hujan potensi banjir cukup tinggi, sementara kemarau di wilayah Kudus banyak titik rawan kebakaran.

“Menurut BMKG potensi kebencanaan di Kudus itu dua, jika hujan antisipasi banjir, jika musim kemarau antisipasi kebakaran, karena itu butuh peran serta dari masyarakat, dalam hal ini dari anggota Ormas untuk penanganan pertama jika terjadi musibah kebakaran,” terangnya.

“Yang dipraktekkan hari ini ada beberapa hal, seperti bagaimana kita membawa APAR (Alat Pemadam Api Ringan), memadamkan api dengan alat pemadam api ringan pakai karung, pakai mobil pemadam yang terbagi dalam dua metode, ada yang pakai air dan pakai foam yang langsung ke sumber api,” jelas Agung.

Di samping itu, dalam pelatihan pemadaman pagi ini, anggota ormas juga mendapat kesempatan mempraktekkan secara langsung bagaimana cara memadamkan api. Termasuk ketika api menjalar di tumpahan minyak.

Menurut Agung, memadamkan api yang membakar minyak tidak disarankan menggunakan air. Sebab molekul minyak dan air yang tidak bisa menyatu, sehingga api tidak akan padam dan malah melebar ketika disemprot air.

“Ketika minyak tumpah, tidak disarankan menggunakan air. Ada sumber api yang harus dipadamkan menyesuaikan dengan bahannya,” ujar Agung.

Agung menambahkan, anggota ormas yang tersebar di tengah masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana,

Dengan begitu para anggota ormas ini juga memiliki solusi dan kontribusi yang diharapkan menjadi kemanfaatan dan kemaslahatan masyarakat

“Saat banjir melanda Kudus beberapa waktu lalu, anggota ormas juga turun tangan membantu para korban,” ujarnya.

Pelatihan tersebut, lanjut Agung, sebagai salah satu diantara program CSR PT Pura Group, untuk penanganan kondisi kegawatdaruratan, perusahaannya menyiagakan dua unit mobil ambulans dan damkar,

“Dua unit mobil ambulans, yang satu untuk warga yang sakit, satu lagi untuk jenazah. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara gratis karena memang kami dedikasikan untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Potensi bencana kian dekat dengan masyarakat. Di Kabupaten Kudus misalnya, saat hujan potensi banjir cukup tinggi, sementara kemarau di wilayah Kudus banyak titik rawan kebakaran.

“Karena itu butuh peran serta dari masyarakat, dalam hal ini dari anggota Ormas untuk penanganan pertama jika terjadi musibah kebakaran,” katanya

Agung menambahkan, anggota ormas yang tersebar di tengah masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana.

Saat banjir melanda Kudus beberapa waktu lalu, anggota ormas juga turun tangan membantu para korban.

Harapannya dengan pelatihan ini, kata dia, mereka juga punya bekal yang cukup untuk menangani kebakaran di sekitar tempat tinggalnya.

Agung mengatakan, langkah pertama ini penting untuk meminimalisasi korban jiwa maupun harta.

“Keluarga yang paling dekat itu adalah tetangga kita. Jika ada tetangga yang terkena musibah kebakaran, harapannya anggota ormas yang hari ini kami latih bisa turun tangan karena sudah memiliki bekal dari pelatihan ini,” katanya.

Ia menambahkan, pada pelatihan ini pihaknya menerjunkan para petugas pemadam kebakaran yang sudah memiliki keahlian khusus.

Teori dasar yang diajarkan ini akan menjadi bekal aksi para anggota ormas ketika terjadi kebakaran di wilayahnya.

“Dengan begitu para anggota ormas ini juga memiliki solusi dan kontribusi yangd diharapkan menjadi kemanfaatan dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Agung menambahkan, Kabupaten Kudus kini menjadi barometer nasional. Banyak perusahaan skala nasional dan internasional yang berada di wilayah Kabupaten Kudus.

Dengan adanya kondusifitas wilayah ditunjang ormas yang mempunyai kompetensi penanganan bencana ini, diharapkan menjadi nilai tambah masyarakat Kudus.

“Bagi investor maupun costumer, kondusifitas wilayah ini adalah jaminan penting. Jika masyarakatnya aktif ikut andil dalam penanganan bencana, tentu ini akan menjadi nilai lebih Kabupaten Kudus di mata investor,” katanya.

Agung menambahkan, pelatihan ini menjadi program CSR PT Pura Group. Untuk penanganan kondisi kegawatdaruratan, perusahaannya menyiagakan dua unit mobil ambulans dan damkar.

“Dua unit mobil ambulans, yang satu untuk warga yang sakit, satu lagi untuk jenazah. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara gratis karena memang kami dedikasikan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Ormas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lindu Aji Kabupaten Kudus, Suhadi ingin berguna bagi masyarakat Kudus.

Salah satunya dengan membekali diri ilmu kebencanaan alam maupun kebakaran. Karena mereka tidak memiliki alat yang memadai terkait pelatihan tersebut, ormas di Kudus akhirnya meminta bantuan PT Pura Group untuk melatih para anggotanya.

“Dengan begitu, kami bisa memiliki ilmu terkait pemadaman kebakaran. Karena kebakaran itu bisa terjadi dimanapun, termasuk di rumah, ketika ada yang membutuhkan, kami bisa membantu,” jelasnya.

Kegiatan ini pun dikatakan Suhadi merupakan kali kedua ormas di Kudus mendapat pelatihan pemadaman kebakaran, di mana sebelumnya bersama BPBD Kudus.

“Biar kami tidak lupa, ini kami lakukan penyegaran lagi,” katanya.

Sementara Kapolsek Kota Iptu Subkhan yang hadir pada pelatihan itu menambahkan, pelatihan ini menjadi upaya anggota ormas untuk meningkatkan kompetensinya. Jika anggota ormas memiliki banyak kompetensi, maka mereka tentu akan dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat

“Jika personel ormasnya punya banyak kompetensi, secara organisasi ormas juga akan dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya. (AS/YM)

















































































Pura Group Fasilitasi sejumlah Ormas di Kudus Simulasi
Tanggap Bencana Kebakaran

PT. Pura Group telah memfasilitasi seratusan organisasi masyarakat
(o
rmas) di Kabupaten Kudus pada Sabtu (25/5/2024) pagi, untuk dilatih
cara melakukan pemadaman api pada situasi kebakaran.

Mereka dilatih secara langsung para petugas pemadam
kebakaran dari PT Pura Group yang sudah memiliki keahlian khusus.

Direktur HR & GA PT Pura Group Agung Subani mengatakan, jika
pelatihan tersebut untuk memfasilitasi inisiasi dari rekan ormas di Kudus dalam
rangka menghadapi musim kemarau,.

Diketahui, Potensi bencana kian dekat dengan masyarakat. Di
Kabupaten Kudus misalnya, saat hujan potensi banjir cukup tinggi, sementara
kemarau di wilayah Kudus banyak titik rawan kebakaran.

“Menurut BMKG potensi kebencanaan di Kudus itu dua, jika hujan
antisipasi banjir, jika musim kemarau antisipasi kebakaran, karena itu butuh
peran serta dari masyarakat, dalam hal ini dari anggota Ormas untuk penanganan
pertama jika terjadi musibah kebakaran,” terangnya.

“Yang dipraktekkan hari ini ada beberapa hal, seperti
bagaimana kita membawa APAR (Alat Pemadam Api Ringan), memadamkan api dengan
alat pemadam api ringan pakai karung, pakai mobil pemadam yang terbagi dalam
dua metode, ada yang pakai air dan pakai foam yang langsung ke sumber
api,” jelas Agung.

Di samping itu, dalam pelatihan pemadaman pagi ini, anggota
ormas juga mendapat kesempatan mempraktekkan secara langsung bagaimana cara
memadamkan api. Termasuk ketika api menjalar di tumpahan minyak.

Menurut Agung, memadamkan api yang membakar minyak tidak
disarankan menggunakan air. Sebab molekul minyak dan air yang tidak bisa
menyatu, sehingga api tidak akan padam dan malah melebar ketika disemprot air.

“Ketika minyak tumpah, tidak disarankan menggunakan
air. Ada sumber api yang harus dipadamkan menyesuaikan dengan bahannya,”
ujar Agung.

Agung menambahkan, anggota ormas yang tersebar di tengah
masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana,

Dengan begitu para anggota ormas ini juga memiliki solusi
dan kontribusi yang diharapkan menjadi kemanfaatan dan kemaslahatan masyarakat

“Saat banjir melanda Kudus beberapa waktu lalu, anggota
ormas juga turun tangan membantu para korban,” ujarnya.

Pelatihan tersebut, lanjut Agung, sebagai salah satu
diantara program CSR PT Pura Group, untuk penanganan kondisi kegawatdaruratan,
perusahaannya menyiagakan dua unit mobil ambulans dan damkar,

“Dua unit mobil ambulans, yang satu untuk warga yang sakit,
satu lagi untuk jenazah. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara gratis
karena memang kami dedikasikan untuk pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

 

Potensi bencana kian dekat dengan masyarakat. Di Kabupaten
Kudus misalnya, saat hujan potensi banjir cukup tinggi, sementara kemarau di
wilayah Kudus banyak titik rawan kebakaran.

“Karena itu butuh peran serta dari masyarakat, dalam hal ini
dari anggota Ormas untuk penanganan pertama jika terjadi musibah kebakaran,”
katanya

Agung menambahkan, anggota ormas yang tersebar di tengah
masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana.

Saat banjir melanda Kudus beberapa waktu lalu, anggota ormas
juga turun tangan membantu para korban.

Harapannya dengan pelatihan ini, kata dia, mereka juga punya
bekal yang cukup untuk menangani kebakaran di sekitar tempat tinggalnya.

Agung mengatakan, langkah pertama ini penting untuk
meminimalisasi korban jiwa maupun harta.

“Keluarga yang paling dekat itu adalah tetangga kita. Jika
ada tetangga yang terkena musibah kebakaran, harapannya anggota ormas yang hari
ini kami latih bisa turun tangan karena sudah memiliki bekal dari pelatihan
ini,” katanya.

Ia menambahkan, pada pelatihan ini pihaknya menerjunkan para
petugas pemadam kebakaran yang sudah memiliki keahlian khusus.

Teori dasar yang diajarkan ini akan menjadi bekal aksi para
anggota ormas ketika terjadi kebakaran di wilayahnya.

“Dengan begitu para anggota ormas ini juga memiliki solusi
dan kontribusi yangd diharapkan menjadi kemanfaatan dan kemaslahatan
masyarakat,” ujarnya.

Agung menambahkan, Kabupaten Kudus kini menjadi barometer
nasional. Banyak perusahaan skala nasional dan internasional yang berada di
wilayah Kabupaten Kudus.

Dengan adanya kondusifitas wilayah ditunjang ormas yang
mempunyai kompetensi penanganan bencana ini, diharapkan menjadi nilai tambah
masyarakat Kudus.

“Bagi investor maupun costumer, kondusifitas wilayah ini
adalah jaminan penting. Jika masyarakatnya aktif ikut andil dalam penanganan
bencana, tentu ini akan menjadi nilai lebih Kabupaten Kudus di mata investor,”
katanya.

Agung menambahkan, pelatihan ini menjadi program CSR PT Pura
Group. Untuk penanganan kondisi kegawatdaruratan, perusahaannya menyiagakan dua
unit mobil ambulans dan damkar.

“Dua unit mobil ambulans, yang satu untuk warga yang sakit,
satu lagi untuk jenazah. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara gratis
karena memang kami dedikasikan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Ormas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lindu
Aji Kabupaten Kudus, Suhadi ingin berguna bagi masyarakat Kudus.

Salah satunya dengan membekali diri ilmu kebencanaan alam
maupun kebakaran. Karena mereka tidak memiliki alat yang memadai terkait
pelatihan tersebut, ormas di Kudus akhirnya meminta bantuan PT Pura Group untuk
melatih para anggotanya.

“Dengan begitu, kami bisa memiliki ilmu terkait
pemadaman kebakaran. Karena kebakaran itu bisa terjadi dimanapun, termasuk di
rumah, ketika ada yang membutuhkan, kami bisa membantu,” jelasnya.

Kegiatan ini pun dikatakan Suhadi merupakan kali kedua ormas
di Kudus mendapat pelatihan pemadaman kebakaran, di mana sebelumnya bersama
BPBD Kudus.

“Biar kami tidak lupa, ini kami lakukan penyegaran
lagi,” katanya.

Sementara Kapolsek Kota Iptu Subkhan yang hadir pada
pelatihan itu menambahkan, pelatihan ini menjadi upaya anggota ormas untuk
meningkatkan kompetensinya. Jika anggota ormas memiliki banyak kompetensi, maka
mereka tentu akan dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat

“Jika personel ormasnya punya banyak kompetensi, secara
organisasi ormas juga akan dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :