Kwarda Jateng: Penguatan Karakter di Pramuka Jadi Kunci Hadapi Tantangan Digital

oleh -504 Dilihat
Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Zulkifli, menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris usai dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus Masa Bakti 2026–2031 di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (24/6/2026). (Foto: ist)

KUDUS, ISKNEWS.com – Penguatan karakter melalui pendidikan kepramukaan dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI), Gerakan Pramuka diharapkan tetap menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Zulkifli, saat menghadiri pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus Masa Bakti 2026–2031 di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (24/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru yang akan memimpin Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus selama lima tahun ke depan. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa semangat pembaruan sekaligus memperkuat peran Pramuka di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Saya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Dengan semangat baru di bawah kepemimpinan yang baru, semoga Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus menjadi organisasi yang inovatif dan progresif dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi dan media sosial,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, perkembangan teknologi digital harus disikapi secara bijak oleh generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan, karena berfungsi sebagai fondasi dalam menyaring berbagai informasi dan pengaruh yang datang melalui ruang digital.

Ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, hingga semangat gotong royong.

Gerakan Pramuka merupakan sarana pengembangan karakter. Melalui Pramuka, generasi muda belajar mengamalkan Dasa Dharma, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya. Ini menjadi modal penting dalam membangun masa depan Kabupaten Kudus,” katanya.

Zulkifli menilai, nilai-nilai yang diajarkan dalam Pramuka tetap relevan meskipun dunia terus bergerak menuju era digital dan AI. Justru di tengah kemajuan teknologi tersebut, generasi muda membutuhkan pegangan moral yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang dilantik sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus juga menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan masih memiliki daya tarik bagi generasi muda. Menurutnya, aktivitas di alam terbuka dan pembelajaran karakter yang menjadi ciri khas Pramuka tetap dibutuhkan hingga saat ini.

Meski saat ini kita memasuki era digital dan AI, saya melihat anak-anak muda masih menyukai kegiatan Pramuka. Nilai-nilai yang diajarkan melalui kegiatan di alam terbuka, kemah, dan pembentukan karakter tetap sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Pada pelantikan tersebut, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton resmi menjabat sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus Masa Bakti 2026–2031. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjaga soliditas organisasi, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kolaborasi demi memajukan Gerakan Pramuka di Kabupaten Kudus.

Melalui kepengurusan baru ini, Gerakan Pramuka Kabupaten Kudus diharapkan semakin aktif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (AS/YM)