Lagi 1 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus Dinyatakan Sembuh

oleh -164 Dilihat

Kudus, isknews.com – Kembali sebuah kabar menggembirakan bagi warga kota kretek, setelah sebelumnya seorang perawat RS Mardi Rahayu yang juga dirawat di rumah sakit tersebut dinyatakan sembuh. Kali ini Ada 1 pasien positif COVID-19 yang juga telah dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Seperti di jelaskan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi, pasien positif penyakit virus corona (COVID-19) adalah seorang wanita asal Jepara yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardi Rahayu sejak tanggal 1 April 2020 dan dinyatakan positif  pada 7 April 2020 kini sudah dinyatakan sembuh.

“Hari ini (17/4), pasien asal Jepara yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus tersebut diperbolehkan pulang karena dinyatakan sembuh,” kata , Jumat, (17/04/2020).

Berita menggembirakan tersebut, kata dia, diterima pada tanggal 16 April 2020 setelah pihak rumah sakit menerima hasil polymerase chain reaction (PCR) ulang pasien perempuan dari BP2P2VRP Salatiga.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Dr. Pujianto, M. Kes dalam video confrence dengan sejumlah awak media membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa RS Mardi Rahayu terus memberikan pelayanan yang aman dan bermutu bagi semua pasien di tengah wabah COVID-19.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Dr. Pujianto, M. Kes (foto: YM)

Program Aman COVID RS Mardi Rahayu bertujuan agar pelayanan kesehatan aman bagi seluruh pasien dan tenaga kesehatan. Sudah sejak awal Februari 2020 kami berproses.

“Dimulai dari edukasi bagi seluruh staf dan pasien tentang pentingnya cuci tangan dan penambahan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di semua area rumah sakit, juga edukasi tentang etika batuk yang benar dan penerapan petunjuk visual untuk physical distancing di kursi ruang tunggu maupun lift,” jelas Pujianto.

Mulai tanggal 16 Maret pihaknya tidak lagi mengizinkan pasien dibesuk dan benar-benar memperketat pembatasan jumlah penunggu pasien rawat inap dan skrining penunggu pasien agar hanya yang betul-betul sehat yang menunggu pasien sehingga risiko penularan berkurang.

“Selanjutnya, kami melakukan pembatasan akses masuk ke dalam rumah sakit hanya 2 tempat, 1 tempat untuk pasien dan pengunjung rumah sakit lainnya dan 1 tempat untuk karyawan,” kata dia.

menurutnya, tujuannya agar semua bisa diskrining dan sudah memakai masker dengan benar sebelum masuk rumah sakit. Karyawan yang saat skrining ditemukan demam, batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan tidak diizinkan bekerja walau keluhannya ringan. Boleh bekerja kembali saat sudah sembuh.

“Untuk pasien dan pengunjung rumah sakit, skrining dilaksanakan berlapis di 2 posko. Posko 1 ada di pintu akses pasien di Lobby Utama di mana dilakukan pengukuran suhu tubuh dan skrining epidemiologi sederhana tentang keluhan batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan riwayat perjalanan,” tutur dia.

Pasien dan pengunjung yang lolos di Posko 1 diberi stiker hijau dan dapat melanjutkan proses pelayanan seperti biasa, sementara pasien yang ditemukan gejala atau riwayat yang mengarah ke COVID-19 ditangani terpisah di Posko 2.

“Di Posko 2 pemeriksaan dilakukan oleh dokter secara mendetil sehingga semua pasien yang termasuk ODP dan PDP dapat terdeteksi dan ditangani sesuai prosedur terpisah dari pasien lainnya,” terang Puji.

Di antara petugas/dokter dan pasien saat ini juga dipasang barrier dari mika atau akrilik untuk mengurangi risiko paparan. Selain itu, seluruh staf RS Mardi Rahayu diwajibkan menggunakan APD sesuai zona yang ditetapkan, baik di zona merah, kuning, atau hijau, dan dilatih agar APD yang ditentukan digunakan dengan benar dan konsisten.

“Kami sangat berterima kasih atas kemurahan hati berbagai pihak melalui donasi yang terus mengalir sehingga penyediaan APD standar bagi seluruh staf agar pelayanan aman bagi seluruh pasien dan staf rumah sakit berjalan lancar” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.