Lagi Antrean Panjang Warga Serbu Operasi Minyak Goreng Curah di Kudus

oleh -312 kali dibaca
Kades Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro (Foto: YM)

Kudus isknews.com – Dinilai harga minyak goreng kemasan masih mahal, sementara keberadaan minyak goreng curah yang langka di pasaran. Kembali ratusan warga antre membeli minyak goreng curah di Kabupaten Kudus

Kali ini Warga Desa Tumpangkrasak, yang didominasi oleh ibu-ibu rela antre berjam-jam di aula Balai Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (26/4/2022) sore. Warga menilai harga minyak goreng curah yang sebesar Rp 14 Ribu dinilai murah dan terjangkau mereka.

Dipimpin oleh Kepala Desa Tumpang Krasak, Sarjoko Saputro yang juga dibantu oleh para perangkat Desa, Babinsa, Babhinkantibmas, serta sejumlah relawan BPBD proses antrean warga berjalan dengan tertib dan lancar.

Untuk membawa minyak goreng yang disediakan oleh pemerintah desa itu, banyak warga yang terlihat membawa galon air, jerigen dan ember lantaran takut jika tak kebagian minyak goreng curah tersebut.

Sarosi, warga tak jauh dari Balai Desa mengatakan pihaknya menunggu dari tadi jam satu siang bahkan sebelum armada pengangkut minyak goreng curah datang dirinya bersama warga rela antre menunggu.

Warga yang mengantri untuk membeli minyak goreng curah di balai desa Tumpangkrasak, Jati Kudus, Selasa, 26/04/2022 (Foto: YM)

“Sampai sekarang setengah empat masih antre,” katanya, Selasa (26/4/2022).

Menurutnya, dengan adanya operasi pasar minyak goreng curah ini sangat membantu warga di tengah sulitnya mendapat minyak goreng curah saat ini.

“Lumayan bisa dapat 15 liter, satu liternya 14 ribu rupiah. Kalau kemasan di pasaran mahal sampai 24 ribu. Alhamdulillah ada minyak goreng curah dari pemerintah desa, bisa buat kebutuhan harian dan lebaran nanti,” ujarnya.

Sedangkan Lilik warga yang lain mengaku memanfaatkan minyak goreng curah lantaran harga minyak goreng kemasan dinilainya mahal dan sangat memberatkannya.

“Sebenarnya baru pertama ini menggunakan minyak goreng curah. Harganya dapat Rp 14 ribu per liter. Mumpung murah karena selisihnya kan Rp 11 ribu dari minyak goreng kemasan. Akhirnya ya ke sini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko mengatakan, pihaknya mencatat warganya yang hadir dalam pembelian minyak goreng curah ini sekitar 400 orang.

“Kami tekankan maksimal pembelian adalah sebesar 20 liter,” kata dia.

pihaknya hari ini mendapatkan dropping dari PT Sogif Jekaeem dari Solo. Jumlahnya delapan ribu liter minyak goreng curah.

“Tiap-tiap orang minimal beli lima liter dan maksimalnya 20 liter,” katanya, Selasa (26/4/2022).

Dia menyampaikan, total warga di desanya ada enam ribu orang. Untuk hari ini ada sekitar 400 orang yang mendapatkan minyak goreng curah.

“Untuk saat ini hari ini saja. Ke depannya belum tahu ada dropping lagi atau tidak,” imbuhnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.