Lagi, Banjir Bandang Landa Desa Wonosoco, Puluhan Rumah Kemasukan Air dan Lumpur

oleh -1.023 kali dibaca
Usai banjir bandang melanda Desa Wonosoco, gotong royong dilakukan pembersihan wilayah terdampak oleh relawan gabungan. Mulai dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar membersihkan rumah maupun akses jalan dari lumpur. (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Lagi, di bulan November ini banjir bandang melanda sejumlah tempat utamanya di dua RT wilayah RW 1 di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kudus. Setelah pada awal bulan lalu banjir bandang juga sempat melanda Desa dilereng pegunungan kendeng ini, Senin (29/11/2021).

Menurut Kapolsek Undaan Iptu Rusmanto, banjir bandang melanda desa Wonosoco pada sekitar pukul 18.00 WIB setelah sebelumnya hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sekitar pukul 17.25 WIB.

“Banjir bandang menerjang Desa Wonosoco setelah debit air Sungai Londo meluap dan masuk ke permukiman warga. Hujan deras di Pegunungan Kendeng dan limpasan aliran sungai yang melebihi kapasitas saluran. Sehingga menjadikan banjir bandang di wilayah Desa Wonosoco. Mengakibatkan kerusakan rumah dan masuknya lumpur,” ujarnya.

Menurut dia ada sebanyak 62 rumah yang kemasukan lumpur dan air serta dua rumah yang tembok bagian belakangnya roboh sehingga menyebabkan sejumlah perabotan dapur menjadi hanyut. Kejadian itu yakni menimpa rumah Yayuk iriani (46) seorang Bidan di RT 3 RW 1 dan rumah Sumarno (55) di RT 3 RW 1.’

“Dari data yang sempat kami catat, keseluruhan  rumah warga yg kemasukan air bercampur lumpur diantaranya di RT 1 sebanyak 17 rumah, RT 2 sebanyak 5 rumah, RT 3 sebanyak 15 rumah dan RT 4 sebanyak 25 rumah, semuanya di RW 1, ” jelasnya.

Penyebabnya kata Rusmanto, adalah hujan deras selama kurang lebih 1  jam  di pegunungan Kendeng wilayah Kecamatan Sukolilo kabupaten Pati dan desa Wonosoco kecamatan Undaan.

“Dikarenakan desa Wonosoco berada di tepi pegunungan kendeng yang gundul  dan hanya di tanami jagung sehingga tidak bisa menahan air hujan, maka  terjadilah banjir bandang kurang lebih  20 menit dan air sungai meluap di pemukiman penduduk,” kata dia.

Bencana alam tersebut, merupakan yang kedua setelah awal November 2021 juga terjadi banjir bandang dan mengakibatkan puluhan rumah terdampak. Di mana satu rumah warga roboh serta empat rumah rusak sedang akibat diterjang banjir bandang.

“Atas kejadian hari ini, dilaporkan tidak ada kerugian jiwa namun warga menderita kerugian materiil sekitar 100jt ,” terangnya.

Saat ini air sudah surut, sehingga secara gotong royong dilakukan pembersihan wilayah terdampak oleh relawan gabungan. Mulai dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar dengan menggunakan truk tangki untuk membersihkan rumah maupun akses jalan dari lumpur.

Sementara kebutuhan bahan material yang dibutuhkan, antara lain batu bata, pasir, semen, dan kebutuhan bangunan lainnya. Serta kebutuhan sandang serta logistik. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.