Libatkan Mahasiswa, Pemkab Kudus Evaluasi Efektivitas Gerakan Pangan Murah

oleh -4194 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menghadiri Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan, Jumat (10/7/2026). (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melibatkan kalangan akademisi dalam mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Melalui kolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, pemerintah daerah berharap memperoleh masukan objektif untuk menyempurnakan program pengendalian harga pangan yang rutin digelar setiap bulan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menghadiri Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan, Jumat (10/7/2026).

Menurut Sam’ani, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi di tengah tantangan ekonomi global dan nasional. Kondisi tersebut, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), turut memengaruhi harga sejumlah komoditas di pasaran.

“Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus setiap bulan, tiap Jumat kedua. Ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan tingkat inflasi, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang murah,” ujar Sam’ani.

Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, pemerintah juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memperluas manfaat program.

“Untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah, Dinas Pertanian dan Pangan juga mengikutsertakan UMKM dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, agar dampak ekonomi yang hadir semakin luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sam’ani mengungkapkan, Pemkab Kudus tengah mengkaji rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara bergilir di tingkat kecamatan. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap bahan pangan murah dapat semakin mudah dan merata.

“Kami juga tengah mengkaji terkait rencana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di kecamatan-kecamatan secara bergantian, untuk mendekatkan pasar ke masyarakat. Dema UIN Sunan Kudus juga hadir di sini untuk melakukan riset terkait efektivitas penyelenggaraan gerakan,” ungkapnya.

Pelibatan Dema UIN Sunan Kudus diharapkan menghasilkan kajian akademis mengenai efektivitas program, mulai dari dampaknya terhadap stabilitas harga pangan, tingkat keterjangkauan masyarakat, hingga aspek penyelenggaraan yang masih perlu ditingkatkan. Hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyempurnaan kebijakan pemerintah daerah.

Perwakilan Dema UIN Sunan Kudus, Muhammad Prasetyono, mengatakan timnya melakukan riset lapangan untuk mengukur sejauh mana Gerakan Pangan Murah memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pengendalian harga pangan.

“Kami mencoba mencari tahu seberapa efektif gerakan pangan murah ini, dan seberapa besar dampak yang dihadirkan terhadap stabilitas harga pangan. Kami juga akan memberikan rekomendasi terkait apa-apa yang kurang dari gerakan ini dan aspek apa saja yang dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan kalangan akademisi, Pemkab Kudus berharap Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga berkembang menjadi program yang semakin efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan daerah. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.