Mahasiswa KKN UMKU di Desa Bae Ajak Ibu Hamil dan Balita Lawan Stunting Sejak Dini

oleh -377 Dilihat
Mahasiswa KKN UMKU Desa Bae memberikan penyuluhan gizi kepada ibu hamil berisiko KEK sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. (Foto: istimewa/UMKU)

Kudus, isknews.com – Upaya melawan stunting sejak fase kehamilan hingga balita terus digencarkan di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) Desa Bae mengajak ibu hamil dan orang tua balita untuk lebih peduli terhadap pemenuhan gizi sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang cukup menonjol di wilayah Kecamatan Bae. Selain asupan gizi balita, kondisi ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) juga menjadi perhatian karena berpotensi melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Oleh karena itu, edukasi terkait gizi seimbang dinilai sangat penting bagi keluarga.

“Upaya menekan angka stunting yang masih tinggi memang harus dibarengi dengan penyuluhan kepada ibu hamil berisiko, terutama yang mengalami KEK,” ujar Siti Rufaidah Sulistiana saat pemaparan program kerja mahasiswa KKN UMKU Desa Bae.

Sebagai bentuk respons atas permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UMKU Desa Bae menyelenggarakan dua program kerja sekaligus, yakni penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil berisiko KEK serta demonstrasi masak dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 16.00 WIB hingga selesai di Musholla Rapi, Dukuh Krajan, Desa Bae.

Program tersebut berfokus pada pencegahan KEK pada ibu hamil sekaligus upaya menurunkan angka stunting pada balita. Kegiatan dipimpin oleh koordinator program kerja, Zumaila Inas Salsabila, dengan melibatkan Bidan Desa Bae, Ratna, untuk menghadirkan ibu hamil berisiko dan balita stunting.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, dampak KEK terhadap pertumbuhan janin, serta tips mengatasi mual dan muntah yang kerap dialami ibu hamil, khususnya pada trimester pertama. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan ibu hamil dalam sesi tanya jawab.

Salah satu peserta bertanya mengenai cara memenuhi asupan gizi saat sering mengalami muntah. Menanggapi hal tersebut, Inas menjelaskan bahwa ibu hamil dapat menyiasatinya dengan makan dalam porsi kecil namun sering, tidak melewatkan sarapan, menghindari bau menyengat, serta memilih makanan favorit yang tetap bergizi dengan menambahkan sumber protein dan sayuran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi masak PMT berupa Avocado Creamy untuk balita kurang gizi. Menu ini dipilih karena menggunakan bahan lokal yang mudah didapat serta mengandung sumber energi, protein, dan vitamin. Bahan yang digunakan antara lain alpukat, susu UHT, maizena, kuning telur, keju, gula secukupnya, dan margarin.

Dalam demonstrasi tersebut, tim KKN mempraktikkan secara langsung proses pembuatan Avocado Creamy sekaligus memberi kesempatan kepada para ibu balita untuk menyajikan PMT ke dalam cup. Hal ini bertujuan agar para ibu dapat mempraktikkannya kembali di rumah. Diskusi juga berlangsung interaktif, termasuk saat peserta menanyakan alternatif sumber protein selain telur bagi anak yang tidak cocok mengonsumsinya.

Koordinator program kerja, Zumaila Inas Salsabila, berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga dalam memperhatikan gizi ibu hamil dan balita. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya gizi sejak masa kehamilan menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang lebih sehat.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, dan masyarakat Desa Bae, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menekan angka stunting dan mencegah munculnya kasus gizi buruk di wilayah Kecamatan Bae,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :