Malam Ini Lebih Seratus Warga Korban Banjir Mengungsi Di Pos Balai Desa Jati Wetan

oleh -420 Dilihat
Bupati Tamzil saat meninjau Pos Pengungsian menemukan seorang bapak yang lagi sakit parah, dan segera memerintahkan stafnya untuk membawa ke RSUD Loekmono Hadi segera (Foto: YM)

Kudus , isknews.com – Usai melayat dan menyerahkan santunan kematian bagi balita yang meninggal akibat tergelincir di kubangan Banjir di dukuh Barisan Desa Jati Wetan kecamatan Jati Kudus, Bupati segera beranjak menuju penampungan para pengungsi di Balai Desa Jati Wetan Kudus.

Dalam kesempatan tersebut Bupati HM Tamzil berdialog dengan warga yang mengungsi di Aula Balai Desa Jati Wetan, dan meminta warga untuk bersabar menghadapi ujian bencana banjir, Senin (28/01/2019).

Bahkan bupati sempat menemukan pengungsi yang sedang sakit parah, yang oleh bupati diminta untuk segera dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Pria yang sedang sakit itu adalah Ali Kurdi (65) pengungsi asal Dukuh Tanggulangin, yang sejak datang di pengungsian sudah sakit.

“Saya juga tak tau kenapa tadi kita sudah sarankan untuk di bawa ke Rumah Sakit, tetapi tidak mau, tapi sekarang di suruh pak bupati langsung mau,” ujar Suyitno Kades Jati Wetan.

Dari data relawan PMI yang bertugas di pos pengungsian Jati Kulon hingga pukul 17.00 WIB sore tadi, jumlah pengungsi sudah berjumlah 49 Kepala Keluarga atau 161 jiwa, dengan perincian pengungsi pria 86 orang, perempuan 75 orang.

Dijelaskan oleh Brian Chandra relawan dari BPBD, bahwa dari sejumlah tersebut, pengungsi Dewasa adalah berjumlah 110 orang.

“Jumlah pengungsi lansia sebanyak 3 orang dan anak-anak sebanyak 45 orang anak,” jelas relawan yang juga mahasiswa UMK ini.

Warga di Desa ini memang mulai berangsur-angsur mengungsi. Hal itu menyusul genangan banjir di wilayah Kecamatan Jati semakin tinggi.

Sebelumnya di tempat yang sama, Camat Jati Andreas Wahyu Adi mengatakan, Ratusan warga yang mengungsi tersebut, berasal dari Desa Jati Wetan, Dukuh Gendok, Tanggulangin dan Barisan,” jelasnya, Senin (28/1/2019).

Ia mengatakan, ketinggian air yang menggenang bermacam. Mulai dari 40-60 sentimeter. Untuk itu, ia juga mengimbau beberapa masyarakat untuk mulai mengungsi.

“Beberapa warga lainnya juga sudah kami imbau untuk mengungsi di Balai Desa Jati Wetan,” katanya.

Untuk memenuhi keperluan korban banjir, pihak pemerintah setempat telah menyiapkan tempat untuk mengungsi. Mulai dari tempat pengsuian, dapur umum, karpet, maupun selimut untuk keperluan pengungsi.

“Apabila jumlah pengungi bertambah, tentunya akan melibatkan BPBD. Karena membutuhkan keperluan pengungsi yang banyak,” jelasnya.

Ditambahkan dia, selain melakukan pengungsian bagi korban banjir. Pihak pemerintah Kecamatan Jati juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban banjir.

Sementara itu, selain Kecamatan Jati, Kecamatan Mejobo juga terdampak banjir. Hingga kini ada tiga Desa yang terdampak. Di antaranya Desa Mejobo, Desa Temulus, dan Desa Golan Tepus.

Camat Mejobo Harso Widodo mengatakan di Desa Golan Tepos ada sebnyak 94 KK dengan 374 jiwa terdampak banjir. Kemudian di Desa Mejobo adanya sebanyak 697 KK dengan 2.449 jiwa yang juga terdampak banjir. Serta di Desa Temulus ada sebanyak 916 KK dengan 3.191 jiwa yang terdampak banjir.

“Hingga Senin ini korban banjir masih enggan mengungsi. Mereka masih tetap bertahan di rumah,” jelasnya.  (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.