KUDUS, ISKNEWS.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti mendorong pemanfaatan platform digital Rumah Pendidikan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap buku cetak. Melalui layanan tersebut, guru, siswa, orang tua, hingga masyarakat dapat mengakses dan mengunduh buku ajar secara gratis dari mana saja.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri pelepasan distribusi 5.538.300 buku bacaan bermutu di PT Pura Barutama, Kabupaten Kudus, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan jutaan buku cetak, tetapi juga dengan memperluas akses terhadap sumber belajar berbasis digital.
“Kalau guru-guru kita memerlukan buku teks, sebenarnya tidak perlu selalu melalui pengadaan buku cetak. Buku-buku itu bisa diunduh melalui Rumah Pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan, Rumah Pendidikan merupakan platform digital yang dikembangkan Kemendikdasmen untuk menyediakan berbagai sumber belajar secara gratis. Tidak hanya buku teks, platform tersebut juga menyediakan buku nonteks yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan bagi peserta didik maupun pendidik.
Menurut Abdul Mu’ti, Rumah Pendidikan dirancang layaknya sebuah rumah yang menjadi ruang kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan. Di dalamnya tersedia ruang bagi guru, murid, orang tua, hingga masyarakat untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan praktik baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Rumah Pendidikan itu seperti layaknya sebuah rumah. Ada ruang guru, ruang murid, ruang orang tua, ruang partisipasi masyarakat, dan ruang-ruang lainnya sehingga kita bisa bersama-sama membangun kualitas pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, guru yang memiliki inovasi maupun praktik pembelajaran terbaik dapat mengunggah pengalamannya ke platform tersebut. Dengan demikian, pengalaman tersebut dapat dipelajari dan diterapkan oleh guru serta sekolah lain di berbagai daerah.
Abdul Mu’ti menyebut, digitalisasi layanan pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperluas pemerataan akses pendidikan. Melalui Rumah Pendidikan, keterbatasan distribusi buku cetak maupun akses terhadap sumber belajar dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi.
Bahkan, menurutnya, platform Rumah Pendidikan telah memperoleh pengakuan internasional sebagai salah satu layanan digital pendidikan terbaik di dunia. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Selain menghadirkan layanan digital, Kemendikdasmen tetap melanjutkan program distribusi buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Kombinasi antara penyediaan buku fisik dan layanan digital diharapkan mampu memperkuat budaya literasi sekaligus mendukung pemerataan kualitas pendidikan.
“Melalui Rumah Pendidikan, kami ingin memastikan seluruh guru, siswa, dan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh sumber belajar yang berkualitas tanpa terkendala jarak maupun biaya,” pungkasnya. (YM/YM)











