,

Menikmati Kuliner Khas Getuk Kajar Bisa Jadi Pilihan saat Berkunjung ke Kudus

oleh -1,185 kali dibaca
Foto: Kuliner khas di Desa Kajar yang bisa menjadi pilihan wisatawan. (Foto : Aris Sofiyanto)

Kudus, isknews.com – Selain dikenal dengan tempat wisata religi-nya, Kudus juga memiliki kuliner legendaris yang menjadi incaran para wisatawan.

Terlebih lagi, terdapat kuliner legendaris yang menjadi pilihan cocok untuk tempat nongkrong yang beda dari tempat lainnya.

Ya, Kuliner yang diberi nama Getuk Nyimut merupakan khas Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus sangat telah tersohor.

Olahan ketela yang ditumbuk halus, kemudian dibentuk bulat dan digoreng matang ini tidak hanya tersohor di masyarakat Kudus saja, pengunjung dari luar daerah juga rasanya tak afdhal bila berkunjung ke Desa Kajar namun belum mencicipi getuk nyimut.

Salah satu getuk nyimut yang melegenda di Desa Kajar yakni Pondok Gethuk Pak San. Pondok getuk ini sudah melayani pelanggan sejak 2012 dan merupakan pemrakarsa getuk dengan varian rasa.

Fauzul Muna, owner Pondok Gethuk Pak San generasi kedua menceritakan, nama getuk nyimut sendiri tercetus dari pelanggan yang kala itu melihat bentuk getuk yang bulat dan menilai sangat imut atau lucu. Sehingga terkenal dengan nyimut.

“Saking senangnya melihat getuk bulat-bulat, jadinya langsung disebut nyimut atau imut,” terangnya.

Proses pembuatan getuk nyimut sendiri dimulai dari menyiapkan ketela pohong yang sudah dikupas. Kemudian direndam menggunakan air, baru kemudian dicuci sampai bersih.

Setelah itu, ketela tersebut dikukus selama kurang lebih satu jam. Setelah dirasa matang, baru ditumbuk halus dan dibulatkan dengan ukuran kecil. Tidak lupa, di dalamnya diberikan isian gula.

Sedangkan untuk rasa cokelat, maka isian gula tersebut diganti dengan cokelat. Untuk varian rasa saus alpukat, maka akan ditambah dengan alpukat yang sudah diblender harus.

“Kalau untuk krispi itu kita pakai tepung ubi ungu. Untuk ketelanya semuanya asli dari ketela Desa Kajar,” tambah Fauzul Muna.

Dirinya menyebut, jika dulu cuma ada tiga warung di daerah Kajar, dan sekarang sudah banyak,

“Dulu ada tiga warung getuk yang memulai, termasuk milik keluarga kami, Pondok Gethuk Pak San. Kami sengaja keluarkan inovasi dengan menciptkana rasa baru untuk getuk nyimut. Kalau getuk nyimut khasnya kan isinya gula, tapi dulu sini satu-satunya yang ada varian rasa cokelat,” katanya.

Tak Disangka, banyak pengunjung yang menyukai getuk rada cokelat tersebut. Sehingga, getuk miliknya sangat digandrungi oleh pecinta kuliner dan setiap weekend pasti ramai pengunjung.

“Kalau sekarang ada varian baru lagi, ada saus alpukat dan getuk krispi,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :