Kudus, isknews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Kabupaten Kudus mulai mendapat sorotan. Beberapa waktu lalu sejumlah siswa di SMAN 1 Kudus mengeluhkan makanan yang disajikan dalam program tersebut, salah satunya mengenai lauk yang basi pada Senin (21/4/2025).
Menanggapi laporan tersebut, Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Inf. Hermawan Setya Budi, langsung turun tangan. Ia mengawal langsung proses produksi makanan di dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di dapur SPPG Jepangpakis.
“Kita ingin memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar layak dan memenuhi standar gizi serta kebersihan. Tadi saya cek langsung, bahan-bahan masih fresh, ayamnya baru datang sore ini dan langsung diolah untuk esok hari, tidak disimpan terlalu lama,” jelas Dandim saat ditemui di dapur SPPG Jepangpakis, Rabu (23/4/2025).
Ia menambahkan, saat ini terdapat tiga dapur aktif yang mendukung program MBG di Kudus, yakni di wilayah Mejobo, Jati, dan Jepangpakis. Dandim mengimbau semua pihak, baik penyelenggara, pengawas, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan MBG agar manfaatnya maksimal.
“Kita harus terbuka dengan masukan. Dari 10.000 lebih porsi, kalau ada 12 yang dianggap bermasalah, itu jadi bahan evaluasi. Tapi jangan digeneralisasi, karena kita terus perbaiki,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Jepangpakis, Febria Setyaningrum, mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan perbaikan SOP kerja. Ia mengakui, pelaksanaan di minggu pertama ini masih dalam tahap adaptasi, termasuk dalam penyesuaian SDM.
“Masih minggu pertama, jadi SDM juga masih mencari ritme kerja yang pas. Kami akan benahi sistem kerja dan lebih selektif dalam pemilihan bahan. Untuk keluhan dari satu sekolah itu akan jadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang,” ujarnya.
Dapur SPPG Jepangpakis diketahui melayani distribusi makanan bergizi untuk TK, SD, SMP, dan SMA dalam radius kurang dari tiga kilometer. Pihak SPPG juga menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai prosedur, termasuk pencucian bahan menggunakan air panas dan pemantauan kebersihan dapur secara berkala.
Pemerintah berharap, melalui perbaikan menyeluruh dan pengawalan yang ketat, program MBG dapat berjalan optimal dalam mendukung tumbuh kembang generasi emas Indonesia. (AS/YM)






