Kudus, isknews.com – Dalam momen perayaan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto yang ke-74, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus turut menunjukkan perhatian dengan menyajikan menu nasi goreng bagi ribuan pelajar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menu ini disajikan serentak di beberapa dapur SPPG sebagai bentuk partisipasi dalam perayaan sederhana yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Al Chalimi Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Afifuddin, menyebutkan bahwa penyajian menu nasi goreng dilakukan berdasarkan arahan langsung dari BGN. Sesuai petunjuk tersebut, menu nasi goreng dipilih karena merupakan makanan favorit Presiden Prabowo.
“Ini insidental, kebetulan kemarin ada arahan itu. Kami ubah yang rencananya hari ini roti bakar jadi nasi goreng telur ceplok. Sasaran kita ada 25 sekolah dengan jumlah penerima 3.614 pelajar,” ujarnya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Afifuddin menambahkan, setiap menu yang disajikan oleh SPPG Al Chalimi selalu melalui tahap uji coba sebelum didistribusikan. Hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan gizi anak.
“Kalau ada request dari siswa atau perubahan menu, kami minta ahli gizi dan juru masak melakukan uji coba dulu sekitar 10 porsi untuk melihat tingkat kerumitan, teknis masak, dan keamanannya. Karena ini dikonsumsi anak-anak, jadi harus benar-benar aman dan tepat sasaran,” terangnya.
Sementara itu, Ketua SPPG se-Kabupaten Kudus, Febria Setyaningrum, menjelaskan bahwa tidak semua SPPG di Kudus menyajikan nasi goreng, lantaran sebagian sudah memesan bahan baku jauh-jauh hari. Dari total 19 SPPG yang beroperasi, hanya tiga yang menyajikan menu nasi goreng, yaitu SPPG Al Chalimi Bulungcangkring, SPPG Padurenan (Gebog), dan SPPG Getasrabi (Gebog).
“Beberapa saja (SPPG yang menyajikan nasi goreng), karena pemesanan bahan baku sudah dilakukan sebelumnya,” kata Febria.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pendistribusian makanan bergizi di seluruh wilayah Kudus tetap berjalan kondusif. Pihaknya terus memantau agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut bisa terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar.
“Yang penting program ini berjalan lancar, aman, dan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sesuai arahan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (AS/YM)







