Kudus, isknews.com – Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus menggelar gebyar pentas seni di arena Car Free Day Kabupaten Kudus. Acara yang juga melibatkan Ikatan Wali murid (Ikwam) ini berlangsung meriah.
Siti Aminah, Kepala sekolah TKAT Birrul Walidain mengungkapkan, pentas seni ini menjadi ajang menampilkan kreativitas dan bakat yang dimiliki siswa baik dari kelas A maupun kelas B.
“Kami sengaja melaksanakan ini dikeramaian CFD ini agar anak-anak tumbuh keberaniannya serta terlatih untuk berani diatas panggung menampilkan kreatifitasnya dihadapan orang banyak, mulai dari menghafal, menyanyi, menari dan bermain perkusi bersama,” ujarnya, Minggu (17/11/2019).

Dikatakannya potensi yang dimiliki siswa ini juga telah dikembangkan dalam ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Mulai dari tapak suci, vokal, mewarnai, dan menari. Ekstrakurikuler ini dilaksankan setiap pekan.
Selain itu, pada kegiatan ini kami juga menggelar senam bersama dengan mengundang instruktur senam ternama yang diikuti oleh seluruh wali murid dari TKAT Birrul Walidain.

”Ini sekaligus show kepada masyarakat tenatng keberadaan KB dan TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus, sehingga orang tua yang memiliki anak di rentang usia 1 hingga 6 tahun dapat mempercayakan kepada kami untuk mendidiknya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia berharap, melalui acara ini masyarakat dapat mengetahui keberadaan KB dan TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain.
Dengan melihat kualitas siswa, masyarakat Kudus tidak perlu ragu untuk memasukkan anaknya di KB maupun TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain. Sebab anak akan dididik semaksimal mungkin untuk menjadi generasi yang birrul walidain.

Sementara itu ditemui di lokasi acara Sulistyo Utomo salah satu wali murid TK tersebut mengatakan dirinya mempercayakan anaknya bersekolah ditempat tersebut karena telah melihat kualitas pendidikan di TK itu.

“Ditempat ini anak anak saya percayakan untuk didik karena kualitas tenaga pengajar dan sarana pendidikan dan bermainnya, anak-anak juga benar-benar diajarkan untuk mandiri, kalau piknik ke luar kota orangtua dilarang ikut dan ternyata anak-anak bergembira,” ujar Utomo yang juga wakil pimpinan DPRD Kudus. (YM/YM)













