MI NU Banat Kudus Kembali Naik Podium Tertinggi di MilkLife Archery Challenge 2026

oleh -14 Dilihat
para Srikandi MI NU Banat yang kembali membawa pulang trofi juara umum MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026. Berkekuatan 46 atlet putri, tim MI NU Banat berhasil mengumpulkan 3 emas (1 nomor individu, 2 nomor beregu) dan 1 perak. Sabtu (2/5/2026) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dominasi tim panahan MI NU Banat Kudus kembali tak terbendung. Sekolah tersebut sukses meraih hattrick juara umum dalam ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 yang berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus.

Raihan ini sekaligus melengkapi catatan impresif MI NU Banat yang sebelumnya pada MilkLife Archery Challenge Seri 2 Tahun 2025 juga berhasil menjadi juara umum pada dua seri sebelumnya. Konsistensi tersebut menegaskan dominasi mereka dalam pembinaan panahan usia dini di tingkat pelajar.

Keberhasilan ini diraih setelah tim yang diperkuat 46 atlet putri tersebut mengoleksi tiga medali emas dan satu perak dari nomor individu maupun beregu. Konsistensi performa sepanjang turnamen menjadi kunci MI NU Banat kembali berdiri di podium tertinggi.

Ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti 562 atlet dari 120 SD/MI dan 17 SMP/MTs se-Jawa Tengah. Mereka bertanding dalam lima kategori usia, mulai U-10 hingga U-15, baik sektor nasional maupun PVC.

Kepala MI NU Banat, Faukhil Wardati, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk yayasan, orang tua, serta pembinaan yang rutin dilakukan.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat bersemangat berlatih dan hasilnya bisa kami pertahankan kembali. Ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk dukungan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Perpani Kudus,” ujarnya.

Menurutnya, latihan rutin yang digelar setiap pekan di Supersoccer Arena menjadi fondasi utama dalam membentuk kemampuan teknik sekaligus mental bertanding para atlet. Dengan pola pembinaan tersebut, para siswa tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kepercayaan diri saat berlaga.

Ketua Panitia Pelaksana, Vera Eka Wardani, menyebut penerapan kategori usia berbasis ‘under’ sesuai regulasi membuat partisipasi atlet usia dini semakin luas. Ia menilai langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem panahan sejak level dasar.

“Dengan kategori usia yang lebih terbuka, semakin banyak atlet muda yang bisa berpartisipasi. Harapannya ini mampu menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga panahan sekaligus menciptakan regenerasi atlet yang berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, kompetisi berlangsung sengit di berbagai kategori. Para atlet muda menunjukkan kemampuan membidik dengan presisi tinggi, serta mental yang matang meski masih berusia dini. Atmosfer pertandingan pun dipenuhi semangat sportivitas dan persaingan sehat.

Persaingan ketat terlihat pada partai final di berbagai kategori. Para atlet muda menunjukkan ketenangan, fokus, serta presisi tinggi dalam setiap bidikan. Beberapa laga bahkan berlangsung dramatis dengan selisih poin tipis yang ditentukan oleh satu anak panah terakhir.

Salah satu sorotan datang dari kategori PVC U-13 Putra, di mana Ahmad Umar Al Fatih berhasil mempertahankan gelar juara berkat konsistensi dan latihan rutin. Ia mengaku kunci kemenangan terletak pada ketenangan dan latihan mental yang terus diasah.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menilai turnamen ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet panahan nasional. Ia berharap kompetisi berkelanjutan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang siap berprestasi di tingkat lebih tinggi.

“Dengan pengalaman bertanding yang konsisten, atlet usia dini dapat berkembang dari sisi teknik maupun mental. Harapannya, mereka bisa menjadi generasi penerus panahan Indonesia,” jelasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.