Jepara, ISKNEWS.COM – Puluhan pemuda yang berada di sekitar kawasan PLTU Tanjung Jati B melakukan aksi unjuk rasa, Senin (23-7-2018). Aksi ini dilakukan dengan Aksi ini dilakukan dengan menutup pintu C.3 yang dikelola PT.Murinda sehingga aktifitas kerja sempat terhenti. PT.Murinda meruapakn salah satu sub kontraktor yang menjadi bagian dari pembangunan PLTU Tanjung Jati Unit 5 dan 6.
Koordinator aksi Ulul mengatakan, aksi yang dilakukan ini didasari minimnya warga sekitar yang bekerja di proyek tersebut. Ini juga termasuk mandor yang banyak berasla dari luar ring 1. “Selain itu, harga pekerjaan dan material juga lebih rendah dibandingkan PT. lain,” katanya.
Setelah beberapa saat, perwakilan pemuda ini ditemui oleh perwakilan PT.Murinda dan dilakukan mediasi di meeting room PT.Murinda. mediasi ini juga dihadiri oleh Kapolsek Kembang AKP Budi Wiyono, Pelda Yoga (Babinsa Desa Tubanan), Tanimoto (JOSW), Agus Mulyana PT. Murinda.
Agus Mulyana Perwakilan PT. Murinda mengatakan, mengenai harga borongan material yang menentukan harga mengacu dari Pusat PT. Murinda di Jakarta. “Untuk tuntutan dari perwakilan pemuda ini akan kami sampaikan ke pusat karena kami punya atasan dan kami tidak bisa memutuskan sendiri,” katanya.
Kapolsek Kembang AKP Budi Wiyono meminta jangan ada penutupan seperti itu. Jika ada masalah, lanjutnya, bisa dikomunikasikan dengan baik agar semua permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. “Jangan sampai di wilayah Jepara dikira tidak aman karena banyak permasalahan yang terjadi,” katanya. (ZA/WH)










