Misbah Saifudin, Profesional yang Terapis, Miliki Banyak Pasien dengan Berbagai Keluhan Penyakit

oleh -221 Dilihat
Misbah Saifudin, profesional yang memiliki keahlian terapis (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Misbah Saifudin (47) adalah sosok yang tidak asing dalam dunia olahraga dan kesehatan. Dikenal sebagai mantan pengurus dan wakil ketua KONI serta Ketua Pengkab Tarung Derajat. Selain itu ia juga dikenal salah satu ketua generasi ketiga perguruan silat Pedang Mustika Kudus.

Namun, di balik semua aktivitasnya, pria berbadan atletis yang tinggal di Sudimoro, Gribig, Gebog, Kudus ini ternyata juga dikenal masyarakat memiliki keahlian khusus di bidang terapi kesehatan.

Tidak hanya aktif di dunia olahraga, Misbah juga sukses dalam karier bisnis. Ia bergabung dalam manajemen dua perusahaan manufaktur dan transportasi, serta menjadi salah satu pengurus Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah swasta di Kudus. Namun, di sela-sela kesibukannya, Misbah menyisihkan waktu untuk mengabdikan diri sebagai seorang terapis.

“Saya mulai merasa memiliki bakat untuk menyembuhkan sejak muda, terutama setelah bergabung dengan perguruan silat di kampung saya,” tutur Misbah.

Ia menjelaskan bahwa keahliannya dalam penyembuhan kemudian ia kembangkan melalui pembelajaran otodidak dan keterlibatan dalam komunitas terapis untuk memperdalam ilmunya.

Misbah saat mengobati sejumlah pasien dan membuka praktek pengobatan di kediamannya, Sudimoro, Gribig, Gebog, Kudus (foto: YM)

Dalam praktik terapinya, Misbah menggunakan berbagai metode penyembuhan, mulai dari hipnoterapi, totok, hingga bioenergi dan ruqyah. Metode hipnoterapinya yang memanfaatkan kekuatan alam bawah sadar dianggap sangat efektif dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit.

“Pasien kami datang dengan berbagai keluhan, termasuk penyakit saraf, kanker, hingga patah tulang,” jelasnya.

Meskipun aktif di berbagai bidang, Misbah tetap berkomitmen untuk membuka praktik terapinya setiap hari, mulai pukul 18.00 petang di rumahnya di Sudimoro. Menariknya, ia tidak menetapkan tarif tertentu.

“Saya buka praktik dengan tarif sukarela,” katanya.

Baginya, terapi ini adalah bagian dari pengabdian sosial yang ia jalankan, bukan untuk mencari keuntungan.

Selama bertahun-tahun, Misbah telah menangani berbagai jenis penyakit saraf dan kanker. Banyak pasien yang datang kepadanya setelah gagal mendapatkan penyembuhan melalui jalur medis konvensional.

“Bahkan beberapa pasien dengan penyakit serius seperti kanker payudara, saraf kejepit, hingga jantung telah merasakan manfaat dari terapi kami,” ungkapnya.

Misbah tidak hanya melayani pasien dari Kudus, namun juga dari berbagai kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Dengan pengobatan yang berbasis ilmiah, ia mampu meyakinkan pasien bahwa terapi yang dilakukannya aman dan terukur.

“Terapi yang saya lakukan berdasarkan metode ilmiah, bukan mistik,” tegasnya.

Sejak mulai berpraktik pada tahun 2010, Misbah telah menangani ratusan pasien dan terus mengembangkan kemampuannya. Pengalaman lebih dari 14 tahun sebagai terapis memberinya keyakinan bahwa ia dapat memberikan solusi penyembuhan yang efektif bagi mereka yang membutuhkan.

Tidak berhenti di situ, Misbah memiliki visi jangka panjang. Ia berencana untuk mendirikan sebuah pondok sosial terapis yang dikelola secara mandiri. Pondok ini akan menjadi tempat di mana masyarakat, khususnya yang kurang mampu, bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

“Ini adalah bagian dari misi sosial yang ingin saya wujudkan,” paparnya.

Meski padat dengan berbagai kegiatan, Misbah selalu menyediakan waktu untuk mengunjungi pasien yang kondisinya tidak memungkinkan untuk datang ke tempat praktiknya. Sikapnya yang penuh empati membuat banyak pasien merasa nyaman dan terbantu.

Selain menjadi terapis, Misbah berharap bisa melanjutkan misinya dengan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.

“Saya ingin membantu anak-anak yang tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak, sebagai bagian dari kontribusi saya untuk masyarakat,” tambahnya.

Sebagai sosok yang memiliki banyak peran, terapis, pengusaha, dan pegurus lembaga pendidikan, Misbah Saifudin membuktikan bahwa kesuksesan profesional dapat berjalan seiring dengan pengabdian sosial.

Selain semua itu, Misbah juga membuka semacam lembaga konsultasi bisnis “Al Mishbah” yang bergerak dibidang Life Coach dan Konsultasi terkait mengoptimalkan energi positif dan intuisi diri.

“Klien kami banyak dari perushaan-perusahaan untuk menata dan menpatkan posisi yang tepat bagi personalia dan SDM yang tepat perusahaan tersebut,” detailnya.

Melalui dedikasinya, ia telah memberikan harapan bagi banyak orang dan membantu ribuan pasien mendapatkan kehidupan yang lebih baik. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.