Ngaku Petugas Kesehatan Bawa Kabur Uang dan Perhiasan

oleh
Foto: Julastri (67) menjadi korban penipuan seorang perempuan yang mengaku dokter. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Seorang perempuan yang mengaku petugas kesehatan dari Semarang, berhasil memperdayai warga Desa Nglapan Rt 4/I, Kecamatan Jakenan, belum lama ini. Akibatnya, sejumlah uang dan perhiasan milik korban raib, diduga dibawa kabur orang yang juga mengaku dokter bedah tersebut.

Seorang pembantu rumah tangga, Julastri (67) tidak pernah menyangka jika tamu perempuan yang datang ke rumah majikannya adalah pencuri. Karena, tutur Julastri, tamunya itu sangat sopan bahkan saat mengetuk pintu pun sangat halus.

“Saya lagi istirahat dengan majikan saya, waktu itu. Kok saya dengar ada suara pintu diketuk pelan. Biasanya teman-teman ngaji ibu (pemilik rumah-red) kalau ngetuk kan keras,” tutur perempuan tua itu dengan bahasa Jawa.

TRENDING :  Maling Burung Bonyok Dihajar Massa

Karena penasaran, Julastri pun membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya duduk. Ia menambahkan, tamu perempuan itu mengaku sebagai petugas kesehatan dan juga seorang dokter bedah dari Semarang.

“Orangnya pakai serba hitam dan menunjukkan kartu identitas ada namanya. Kalau nggak salah dr. Hj. Tri SPd. Saya kan ndak mudeng begitu,” ucapnya menceritakan kejadian yang dialami.

TRENDING :  Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Mulai Redup

Selanjutnya, perempuan yang mengaku petugas penyakit dalam itu mulai melancarkan aksinya dengan menyuruh Julastri beristirahat. Bahkan menanyakan tentang sakit yang mungkin diderita Julastri. Karena tidak menaruh curiga, Julastri pun mengaku merasakan sakit di tubuhnya.

“Dia ngomong tentang BPJS yang katanya bakal digratisin untuk orang miskin. Malahan dia minta uang buat beliin obat saya,” ujar Julastri lebih lanjut.

TRENDING :  Bentuk Tim Khusus, Berharap Kasus Segera Terungkap

Tanpa disadari, korban pun menyerahkan uangnya sebesar Rp. 200 ribu saat diminta dengan dalih untuk beli obat yang nantinya akan diantarkan perawatnya. Tidak hanya itu, Julastri yang saat itu berada di rumah majikannya di Desa Kauman RT 3/II, Juwana, menyerahkan perhiasan emas satu-satunya yang ia miliki.

Korban baru tersadar saat hendak membelikan makanan kecil, ketika keluar dari kamar, perempuan yang mengaku dokter itu sudah pergi dengan membawa uang dan perhiasannya. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :